Header Ads

Gambar1

Tak Hanya Bicara Teknologi

Baca Juga


Oleh Much Harun
Kasus video mesum mirip artis yang beredar saat ini telah memunculkan kehawatiran tentang perkembangan generasi muda, terutama bagi orang tua. Kemudaan akses Internet untuk mendapatkan video porno dan kemudahan handphone untuk mendapatkannya dan membagikannya menambah kehawatiran tersebut.
Namun keberadaan teknologi tak bisa dipersalahkan. Kecanggihan teknologi sudah menjadi hal yang harus tetap ada. Dalam pandangan Roy Suryo secara esensial, teknologi diciptakan untuk kepentingan masyarakat banyak, teknologi diciptakan untuk membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih mudah, murah dan tentu saja lebih efisien. Begitu juga kata Amir Khan dalam filmnya 3 idiots.
Disini teknologi yang memanusiakan manusia tidak perlu ada. Karena teknologi akan terus berkembang dan tidak bisa dibendung.

Keberadaan video porno yang memanfaatkan teknologi tak seharusnya menjadi alasan untuk membatasi perkembangan teknologi. Seharusnya, pendidikanlah yang harus memanusiakan manusia dan ini yang sangat perlu dikembangkan.
Br. Theo Riyanto, FIC berpendapat teknologi yang dibuat manusia untuk membantu manusia tidak lagi dikuasai oleh manusia tetapi sebaliknya manusia yang terkuasai oleh kemajuan teknologi. Manusia tidak lagi bebas menumbuhkembangkan dirinya menjadi manusia seutuhnya dengan segala aspeknya. Keberadaan manusia pada zaman ini seringkali diukur dari “to have” (apa saja materi yang dimilikinya) dan “to do” (apa saja yang telah berhasil/tidak berhasil dilakukannya) daripada keberadaan pribadi yang bersangkutan (“to be” atau “being”nya).
Dalam pendidikan perlu ditanamkan sejak dini bahwa keberadaan seorang pribadi, jauh lebih penting dan tentu tidak persis sama dengan apa yang menjadi miliknya dan apa yang telah dilakukannya. Sebab manusia tidak sekedar pemilik kekayaan dan juga menjalankan suatu fungsi tertentu. Pendidikan yang humanis menekankan pentingnya pelestarian eksistensi manusia, dalam arti membantu manusia lebih manusiawi, lebih berbudaya, sebagai manusia yang utuh berkembang (menurut Ki Hajar Dewantara menyangkut daya cipta (kognitif), daya rasa (afektif), dan daya karsa (konatif)).
Dalam pandangan Azyumardi Azra pendidikan lebih sekedar pengajaran, artinya, bahwa pendidikan adalah suatu proses dimana suatu bangsa atau negara membina dan mengembangkan kesadaran diri diantara individu-individu
Tak ada teknologi yang memanusiakan manusia namun pendidikan yang memanusiakan masnusia yang menjadi perhatian terpenting. Meskipun teknologi terproteksi setinggi mungkin namun keberadaan pengguna teknologi masih berfikir untuk melakukan kejahatan maka teknologi tersebut hanya isapan jempol. Mereka akan mencari bagaimana cara untuk menerobos teknologi tersebut.
Powered by Blogger.