Header Ads

Gambar1

Semakin Nyaman, Semakin Tinggi Minat Kunjungnya

Baca Juga



Perpustakaan. Tempat yang akrab sebagai gudang baca, ilmu dan informasi sudah selayaknya menjadi tempat tujuan pustaka yang menyenangkan dan sudah sepantasnya dikunjungi banyak orang. Namun tidak demikian dengan apa yang terjadi dengan perpustakaan di Universitas Muria Kudus (UMK). Hastrinda Laila Fitriana salah seorang pengunjung Perpustakaan Pusat UMK. menyebutkan bahwa banyak hal yang mendasari minimnya minat kunjung perpustakaan, hal itu dikarenakan banyak mahasiswa yang lebih cenderung berpikir praktis.
Membaca adalah salah satu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dalam dunia pendidikan, baik di tingkat dasar, menengah, maupun perguruan tinggi. Namun banyak mahasiswa yang lebih suka mencari referensi di Internet, serta budaya membaca dikalangan mahasiswa yang masih minim,” ujarnya.
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) semester V ini, juga berujar bahwa sebenarnya kegiatan membaca merupakan salah satu proses tranformasi ilmu dengan cara melihat dan memahami isi yang tertulis di dalam buku pengetahuan maupun pelajaran.
Senada dengan Nana, Rohmad, mahasiswa UMK Bimbingan Konseling (BK) semester VII menyebutkan bahwa perpustakaan, para pelajar akan dapat mendidik dirinya sendiri secara berkesinambungan melalui membaca beberapa koleksi buku disana. Melalui penyediaan perpustakaan, mahasiswa dapat berinteraksi dan terlibat langsung baik secara fisik maupun mental dalam proses belajar.
“Banyak mahasiswa yang beralih ke media-media lain yang menurut mereka lebih menyenangkan dibandingkan membaca. Hal ini disebabkan kepraktisan-kepraktisan yang disediakan oleh media lain dibandingkan fasilitas yang disediakan perpustakaan yang menurut mereka hanya menyediakan buku-buku saja sehingga terkesan membosankan,” tambahnya.
Dia juga berujar, jika dikaitkan dengan Perpustakaan Pusat, maka banyak hal yang harus dilakukan oleh mereka. Salah satu diantaranya adalah menambah koleksi buku-buku yang ada sehingga mahasiswa mudah untuk mencari referensi. Menurutnya, perpustakaan sangat berguna ketika para mahasiswa membutuhkan referensi-referensi dalam bentuk hard copy. Ini sangat membantu ketika para mahasiswa menempuh beberapa mata kuliah terutama saat bimbingan skripsi.
Sementara menurut Trubus Raharjo, dosen Fakultas Psikologi UMK, beliau mengatakan bahwa Perpustakaan Universitas atau yang dikenal dengan Perpustakaan Pusat merupakan bagian integral dari program Universitas secara keseluruhan bersama dengan komponen pendidikan lainnya,
Trubus mengungkapkan, banyaknya mahasiswa UMK yang tertarik mengunjungi perpustakaan karena model sistem kurikulum yang tengah diterapkan baru-baru ini. Dosen mata kuliah Perkembangan Anak dan Spesialisnya ini mengatakan bahwa KBK memberikan waktu yang lebih ke mahasiswa untuk lebih aktif dalam perkuliahan, peserta didik diharapkan untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar yang mana lebih akrab disebut dengan StudentCentered Learning (SCL).
“Dengan diberlakukannya sistem mahasiswa sebagai pusat pembelajaran, maka pada akhirnya mau tidak mau mereka dituntut untuk banyak mencari referensi. Maka solusi yang tepat adalah perpustakaan,” tegasnya.
            Menurut Trubus, perpustakaan merupakan salah satu sumber referensi yang lengkap. Apalagi dengan adanya sistem komputerisasi di Perpustakaan Pusat UMK. Hal ini memudahkan mahasiswa dalam menggunakan fasilitas Perpustakaan. Dan diharapkan minat kunjung akan meningkat setelah diadakannya fasilitas tersebut.
“Tinggi rendahnya minat baca mahasiswa disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya faktor individu maupun faktor secara umum. Beliau mengatakan bahwa faktor individu yang ada berkaitan dengan kurangnya motivasi dalam diri mahasiswa, mereka kurang  menanamkan bahwa membaca itu suatu kegiatan yang perlu dan bermanfaat. Sementara faktor secara umum yang sangat berpengaruh besar adalah lingkungan sekitar mahasiswa yang memang jauh dari kebiasaan dan budaya membaca,”paparnya.
Beliau juga berujar bahwa suasana perpustakaan sangat berpengaruh terhadap minat kunjung yang ada. Menurutnya, kesan menyenangkan merupakan faktor yang sangat penting dalam meningkatkan minat kunjung. Hal ini dapat diciptakan melalui hal-hal sederhana, seperti warna dinding yang menarik, penataan buku yang teratur, rak-rak yang tersusun rapi, warna meja dan kursi yang dibuat menarik hingga ruangan yang dibuat nyaman untuk membaca.
Pustakawan yang ramah dan berkualifikasi memadai serta penambahan fasilitas di dalam perpustakaan, seperti ruang diskusi, komputer, WIFI bahkan ruang penelitian juga akan membuat minat kunjung semakin meningkat. Di samping itu, ppeerpustakaan tidak boleh lagi meyandang status gedung membosankan dan kaku. Namun juga dapat berubah ke arah penerapan teknologi dalam penyediaan fasilitas bahan bacaan, seperti informasi di dalam sinopsis buku elektronik dan up dating buku secara berkala yang disajikan pula dalam bentuk list judul buku dan tempat buku tersebut. Dalam hal ini, perpustakaan universitas turut menentukan keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran”tambahnya.



Menurutnya untuk memenuhi buku dan meningkatkan pengunjung, diharapkan perpustakaan dapat diperluas lokasinya. Mengingat banyak buku yang tidak lagi muat untuk di tempatkan di rak buku yang tersedia.
Menanggapi tentang banyaknya aturan yang diterapkan ketika mahasiswa masuk ke ruang Perpustakaan Pusat UMK, beliau tidak berkata banyak. Baginya, aturan yang ada merupakan kebijakan pengelola yang seharusnya mahasiswa penuhi demi kelancaran penggunaan perpustakaan dan ketertiban bersama. jadi kebijakan-kebijakan tersebut tidak dapat dibuat alasan untuk malas mengunjungi perpustakaan.
         “Dengan adanya perpustakaan yang mempunyai fasilitas dan pelayanan yang baik dan memiliki metode jitu untuk dapat menarik minat baca mahasiswa, maka diharapkan Perpustakaan Pusat UMK dapat berperan dalam meningkatkan budaya membaca dikalangan mahasiswa” ujar beliau mantap. (Kodir,Septiana/ FAKTA)
Powered by Blogger.