Gunakan HP Seperlunya

Baca Juga


Banyaknya permainan pasar dan iklan yang menawarkan berbagai merk HP dengan kualitas tinggi dan harga terjangkau, sering membuat konsumen kebinggungan dalam memilih. Apalagi untuk mahasiswa, HP sekarang bukan sekedar alat bantu dalam komunikasi. Akan tetapi, sebagai penunjang penampilan mereka. Trend HP terbarulah yang sering mereka gunakan. Sehingga tak sedikit diantara mereka yang dalam kurun waktu dekat sering gonta-ganti HP.

Seperti saat ini, mahasiswa yang tak puas dengan satu HP. Bahkan harus yang lebih canggih, contohnya seperti BlackBerry (BB). Fasilitas dan fitur-fitur yang canggihnya mampu menarik perhatian banyak orang. Tak terkecuali mahasiswa. Mereka merasa akan lebih percaya diri jika menggunakan buatan Rusia ini. Hal inilah yang salah dalam pemikiran kalangan mahasiswa.

Menurut Noor Rizka Afroni, mahasiswa Progdi Ilmu Hukum semester IV mengaku bahwa dia menggunakan HP utamanya untuk komunikasi. Sedangkan yang lainnya adalah untuk mendapatkan informasi-informasi yang bisa di akses lewat HP. “ Alasan menggunakan HP utamanya komunikasi seperti mengirim pesan singkat (SMS) dan telepon. Serta Yang lain seperti internetan, dengan browsing data untuk bahan kuliah. Jadi, nggak perlu jauh-jauh harus ke warnet,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Onik panggilan sehari-harinya, mengatakan BlackBerry (BB) sama saja dengan HP yang lain. Kelebihannya hanya di sosial network, yaitu BlackBerry Messeger (BBM) dan jaringannya yang kuat. Akan tetapi, perlu diperhatikan juga bahwa BB memiliki efek buruk. Mahasiswa cenderung lebih malas, mereka lebih sering sibuk dengan BB untuk bermain sendiri daripada serius mendengarkan dosen.

Selain itu, Onik juga mengatakan bahwa berganti-ganti HP adalah hal yang wajar. Selama fasilitasnya sebanding bahkan malah jauh lebih canggih, maka tidak ada salahnya jika kita mencoba dengan HP yang baru. “ Ganti-ganti HP sebenarnya nggak masalah, asal memang fasilitasnya sebanding bahkan jauh lebih canggih,” tambahnya.

Berbeda dengan pendapat Bapak Widjarnoko, dosen Psikologi ini mengatakan bahwa memiliki HP sesuai dengan kebutuhan akan jauh lebih baik daripada hanya sekedar mengikuti trend yang ada. “ Jadikanlah HP sesuai dengan kebutuhan bukan sebagai trend belaka. Terkecuali jika memang mahasiswa ini berusaha menabung untuk membeli HP sendiri sehingga tidak memberatkan para orang tua,” ujarnya.

Dilihat secara Psikologi sosial, menurut Pak Wid, sapaan akrab beliau menuturkan bahwa sebelum zaman modern seperti sekarang ini, dulu HP sesuatu barang yang mewah. “ Pada zaman dulu belum banyak masyarakat yang menggunakan HP sebagai alat komunikasi. Pengguna pun masih terbatas. Akan tetapi, jika dilihat pada saat ini, hampir semua orang memiliki HP. Mulai dari anak-anak SD, SMP, SMA, bahkan untuk kalangan mahasiswa sendiri,” tambahnya.

“HP sebagai alat interaksi sosial memiliki nilai positif yaitu untuk berkomunikasi dengan teman-teman yang jauh, orang tua, saudara, bahkan terhadap dosen guna mendukung tugasnya sebagai mahasiswa. Dalam hal ini tidak ada masalah. Akan tetapi ada nilai negatif dari penggunaan HP, yaitu ketika HP tidak pada tempatnya. Sebagai barang, HP perlu di tempatkan pada tempatnya. Tidak seperti waktu keadaan perkuliahan, ada mahasiswa yang izin untuk keluar. Dalam hal ini juga diperlukan kesepakatan bersama antara dosen dan mahasiswa terhadap penggunaan HP di kelas, agar waktu perkuliahaan lebih efektif,” terangnya.
Powered by Blogger.