Header Ads

Gambar1

Mahasiswa UMK Menjuarai Hibah Bina Desa DIKTI

Baca Juga




UMK- Sebanyak empat mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) yang tergabung dalam satu tim yakni Zulfan Ade Setiawan, Ganang Alan Murpi, Meilani Happy Fauziyah dan Mustaqim mendapatkan Program Hibah Bina Desa yang diadakan oleh Direktorat Jedral Perguruan Tinggi (DIKTI) dengan menyisihkan 1007 proposal lain dari berbagai [perguruan tinggi di Indonesia. “Proposal yang didanai berjumlah 40 proposal dengan jumlah proposal masuk sebanyak 1047 proposal, “terang  Zulfan Ade Setiawan, ketua tim yang juga merupakan anggota dari Forum Mahasiswa Islam (Formi) UMK.
Program Hibah  Bina Desa ini merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh para mahasiswa melalui  Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis (IOMS), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)  dan atau  Badan Eksekutif Mahasiswa  (BEM).  Mahasiswa pelaksana Program Hibah Bina Desa ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa peduli dan berkontribusi kepada masyarakat di desa agar terbangun desa binaan  yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera.
Zulfan mengambil tema “Pengembangan UMKM Cluster Bordir dan Konveksi di Desa Padurenan Kabupaten Kudus Berbasis Koperasi Unit Desa Sebagai Sarana Pendukung Keberlangsungan Usaha” merupakan sebuah kegelisahan untuk mengembangkan desa tempat dia tinggal agar bisa lebih berkembang. “Melalui program ini kami berusaha membuat sebuah wadah yang bisa digunakan sebagai pusat perekonomian (economics centre) masyarakat desa yang mempunyai sifat berkesinambungan (sustainability),”tambah Zulfan.
Zulfan dan kawan kawan berencana melaksanakan 11 program melalui program ini yang meliputi pengembangan koperasi serba usaha sebagai economic centre. pembentukan Forum Group Discusion (FGD) dari kalangan para pengusaha yang tergabung sebagai anggota koperasi dan pembentukan inkubator bisnis, pembangunan networking dengan mitra usaha (supplier bahan baku, distributor dan pemasar/penjual), pembangunan networking dengan mitra usaha (supplier bahan baku, distributor dan pemasar/penjual).
Tidak lupa pembangunan networking dengan pemerintah dan dinas terkait sebagai regulator usaha (DinKop dan UMKM Kabupaten dan Propinsi), pembangunan website komersial bagi para pengusaha sebagai sarana promosi ke dunia maya yang terpusat dan terkelola oleh koperasi pengusaha, pelatihan manajemen secara profesional, pelatihan pengelolaan keuangan, pelatihan desain berbasis komputer, pelatihan kemampuan bahasa Inggris, pelatihan internet marketing, diseminasi dan publikasi Nasional.
“Rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan selama lima bulan mulai bulan Agustus 2012 sampai Desember 2012 dengan harapan seluruh masyarakat yang memiliki usaha micro kecil menengah bisa ikut dan mendapatkan manfaat yang besar melalui program ini, “ terang Zulfan.
Powered by Blogger.