Coretanku

Baca Juga


Awal mula saya tak pernah mengira bahwa ini akan terjadi, namun dengan tekad yang matang dan spontanitas kami yang kuat akhirnya terlaksana juga. Seminggu sebelumnya kami diberi kabar oleh tante agar membuat kejutan untuk sepupuku yang berulang tahun yang ke 17.Jumat sore lebih tepatnya jam 3 itu saya dan adik bergegas untuk pergi ke terminal kudus untuk perjalanan ke salah satu kota di jawa timur. Kami sampai di terminal Bungurasih Surabaya sekitar jam 1 malam, setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Jombang dengan menaiki bus arah solo-yogyakarta, sesampai disana yaitu di rumah tante jam 2 malam.
           
      Namun acara ulang tahun ‘Sweet Seventeen’ telah dimulai jam 4 sore, sehingga kami belum sempat hadir dalam acara tersebut. Tapi itu tidak menyurutkan langkah kami untuk bertemu sepupuku. Amel, itulah sapaannya tapi ketika dia berada dalam lingkup sekolah teman-temannya memanggil dengan sebutan mbk model karena dia memang sangat berbakat dalam dunia modelling.

        Banyak prestasi yang Amel telah peroleh dari dalam bersekolah, dia tidak pernah berhenti untuk mencoba sesuatu hal yang baru dan menekuni apa yang sedang dijalaninya. Di keluarga besar , semenjak masih dini sampai sekarang dia lah yang memang dekat sekali dengan saya. Dulu dia mahir bermain gitar bersama grup bandnya, sekarang dia sedang berlatih untuk menjadi pemain biola yang handal dengan mengikuti kegiatan di komunitas KERONCONG di Jawa Timur.
  
       Kini waktu beranjak pagi, saya diam-diam pergi ke kamarnya yang sempat membuatnya terkejut dan mengucapkan Selamat Ulang Tahun untuk Amel tersayang. Dia sangat bahagia dengan kedatanganku. Sabtu pagi adalah hari pengambilan raport. Dia bergegas ke sekolah bersama ibunya. Setelah pulang sekolah, saya mendapat kabar bahwa dia masuk juara tiga besar. Saya semakin bangga dengannya, dia naik ke kelas XI dan masuk di jurusan IPS karena memang dia tidak ingin masuk pada jurusan IPA yang penuh dengan rumus walaupun gurunya menganjurkan untuk masuk IPA.
           
        Di kamarnya banyak terdapat kado dengan hiasan ‘Hello Kitty’ , tiba-tiba saya menemukan sebuah majalah sekolah bernama GILANG di atas tempat tidurnya dan majalah itu bertemakan tentang mimpi besar. Banyak sekali cerita-cerita tentang menggapai sebuah mimpi pada majalah tersebut. Ada suatu rubrik yang membuat saya terinspirasi saat membacanya.
             
         Seorang gadis muda ingin menjadi pemain biola yang handal. Dia terlahir dengan keluarga yang sangat kaya untuk memenuhi kebutuhannya. Namun saat kelas satu di SMA, tiba-tiba rumahnya kebakaran dan melalap semua isi rumah tetapi tidak dengan biolanya. Mungkin itu ujian untuknya dan keluarganya agar selalu bersyukur untuk menjalani kehidupan. Dia tak berkecil hati walau sempat berpikir tak bisa untuk menggapai mimpi besarnya menjadi pemain biola yang handal dan selalu menikmati dengan bersyukur.
            
     Tetapi dia memiliki semangat untuk berlatih keras bermain biola dan mempunyai jiwa seni yang tinggi untuk menaklukkannya. Suatu ketika, gurunya mengajaknya untuk mengikuti kompetisi biola di luar negeri dan dia bersedia mengikutinya, akhirnya dia mendapatkan juara. Setelah beranjak dewasa, ia menjadi pemain biola yang handal dan juga membangun sanggar seni biola, itu diperuntukkan bagi orang yang kurang mampu tetapi mempunyai jiwa seni yang tinggi.
             
     Sesampainya dirumah tepatnya di kudus, saya bergegas merangkul kembali mimpi besarku yang sempat terbengkalai karena kelalaianku tak stabil dalam menghadapinya. Saya sempat tidak fokus dan jatuh dalam suatu hal yang sangat dalam hingga saya harus bangkit kembali. Namun, kini saya berusaha meraihnya kembali dengan tekad yang tak terbatas untuk mencapainya. Saya berharap dengan menulis sesuai target impian yang ingin saya raih dan Jaga mimpi kita dan menaklukkan ambisi dengan kegigihan.

Citra Ayu Lestari
Sebagai Pusat Dokumentasi (PUSDOK) 2013
Pena Kampus Universitas Muria Kudus

Powered by Blogger.