Header Ads

Gambar1

KKL, Haruskah Dibebani SKS?

Baca Juga

Istimewa

Surat keputusan Rektor tentang Pedoman Akademik No. 078/AK.UMK/Kep/A.01.01/X/2000 menjadi salah satu dasar Kuliah Kerja Lapangan (KKL). KKL merupakan mata kuliah untuk mengaplikasikan teori yang diperoleh dalam perkuliahan ke lapangan. Di Universitas Muria Kudus (UMK), penetapan kurikulum pembelajaran ditentukan langsung oleh fakultas melalui Kepala Program Studi (Kaprogdi).

Hal ini menunjukkan perlu atau tidaknya mata kuliah KKL ditentukan oleh fakultas, begitupun dengan pembebanan SKSnya. Fakultas memiliki wewenang untuk menentukan beban SKS untuk mata kuliah KKL melalui kesepakatan pihak fakultas dan program studi.

Tujuan dari KKL ini agar mahasiswa dapat memadukan antara teori yang sudah diperoleh dengan kinerja di lapangan. Lebih difokuskan agar mahasiswa dapat mencermati dunia kerja yang dibutuhkan oleh lapangan, sehingga mahasiswa lebih siap untuk terjun ke lapangan setelah lulus kuliah.

Pembantu Dekan 1 Fakultas Teknik, Rhoedy Setiawan menyatakan bahwa tujuan lain dari KKL adalah untuk mengenalkan mahasiswa dengan komitmen-komitmen organisasi perusahaan dan lebih mengakrabkan antar mahasiswa.

“Selain itu, melalui KKL mahasiswa akan dikenalkan dengan cara observasi terhadap objek yang dituju,” tambah beliau. Secara umum tujuan utama dari KKL ini adalah memberikan pengalaman praktek kepada mahasiswa dalam rangka link and match khususnya memadukan teori yang diperoleh dengan praktek di lapangan.

Sejauh ini pelaksanaan KKL di Universitas Muria Kudus  memberikan dampak yang baik bagi mahasiswa. “ Mahasiswa dapat memperoleh ilmu dan pengalaman melalui KKL ini, jadi istilahnya mahasiswa tidak menjadi katak dalam tempurung,” tutur Fitri Nugraheni Pembantu Dekan 1 Fakultas Ekonomi.

Menanggapi mengenai dampak yang diperoleh melalui KKL, Untung Sudjianto Pembantu Dekan Satu Fakultas Pertanian memberikan komentarnya. Beliau menyebutkan manfaat KKL dalam empat hal. Pertama, mahasiswa dapat membandingkan apakah teori yang mereka peroleh juga diterapkan dalam objek yang mereka kunjungi, Lalu mahasiswa dapat memberikan kajiannya.

Kedua, mahasiswa dapat memperoleh keterampilan kinerja. Ketiga, mahasiswa dapat melihat praktek kerja langsung di lapangan yang dapat menjadi bekal bagi mereka saat terjun ke dunia kerja. Terakhir, KKL dapat menambah wawasan, menambah kreasi dan menambah jejaring bagi mahasiswa. Jelas Untung yang kami temui disela-sela kerjanya.

Selain dampak positif bagi mahasiswa, ada satu hal yang dikhawatirkan pada mahasiswa yakni dalam KKL ini mahasiswa merasa sudah mengeluarkan biaya lalu mereka berpikir pasti akan dengan mudah mendapat nilai yang bagus. “Yang kami takutkan mereka tidak bersungguh-sungguh dalam mengikuti KKL tapi lebih memikirkan wisatanya saja,” tutur Latifah Sekretaris Fakultas Psikologi berkomentar.

Dari keenam fakultas di UMK lima fakultas yaitu Fakultas Teknik, Fakultas ekonomi, Fakultas Psiokologi, fakultas Hukum dan fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), menjadikan KKL sebagai mata kuliah wajib tempuh bagi mahasiswa sesuai dengan kurikulum yang telah mereka sepakati.

Pada Fakultas Teknik, Rhoedy menjelaskan ada dua model pelaksanaan KKL, yaitu KKL yang dalam pelaksanaannya masih dibarengi dengan wisata. Selain itu, KKL yang intinya adalah praktek murni tanpa wisata.

Prosedur yang berlaku dalam fakultas teknik, sebelum KKL mahasiswa diberikan dua opsi yaitu KKL murni dan KKL wisata. Mahasiswa dapat memilih opsi tersebut melalui poling yang disediakan oleh program studi. “Selama ini yang terjadi di Fakultas Teknik mahasiswa masih lebih banyak memilih untuk KKL wisata, “ tutur Rhoedy. Hal ini karena dalam pelaksanaan KKL wisata lebih bisa sebagai momen keakraban diantara mahasiswa sendiri.

Prosedur selanjutnya di fakultas Teknik adalah menentukan tujuan KKL dan objek apa saja yang akan dikunjungi dengan melibatkan mahasiswa. Setelah itu menentukan biro perjalanan dan biaya KKL. Permasalahan biaya ini yang sampai sekarang selalu menjadi polemik antara dosen dan mahasiswa.

Menanggapi persoalan biaya ini Rhoedy mengatakan bahwa di fakultas ini pernah memberikan pilihan kepada mahasiswa untuk hanya mengikuti KKL nya saja tidak mengikuti wisatanya. “kalau mahasiswa hanya mengikuti KKLnya saja maka mahasiswa hanya membayar akomodasi sesuai untuk KKL saja sekitar 70% dari total biaya KKL ,” jelas Rhoedy.

Untuk pembebanan sks mata kuliah KKL di fakultas Teknik. Fakultas hanya membebankan satu sks saja. Dikarenakan di fakultas teknik  mahasiswa harus menempuh 147 sks selama kuliah dan dalam 147 sks juga banyak mata kuliah praktek dan keterampilan yang wajib ditempuh oleh mahasiswa. “Untuk itu karena mahasiswa juga masih dalam proses belajar kami kira satu sks sudah  cukup untuk KKL,” tambah Rhoedy.

Kesiapan mahasiswa juga menjadi pertimbangan. Oleh sebab itu KKL di  fakultas Teknik dilaksanakan di semester 5 setelah mahasiswa menempuh mata kuliah etika profesi. “Ini ditujukan agar mahasiswa sudah menguasai etika profesi yang harus mereka terapkan dalam praktek kerja,” tukas Rhoedy.

Berbeda dengan fakultas teknik yang meluangkan waktu beberapa hari untuk mahasiswa berwisata, Fakultas Hukum selama ini selalu memaksimalkan kegiatan KKL. Diungkapkan Pembantu Dekan I Fakultas Hukum, Kristiyanto, mahasiswa mengunjungi pusat-pusat pemerintahan yang ada di Jakarta, sebagai tujuan KKL. Seperti DPR, dan lembaga pengawas pelayanan publik. Malam harinya para dosen menghadirkan narasumber di penginapan, guna memberikan pengetahuan baru bagi mahasiswa. Mahasiswa hanya diberi kesempatan di hari terakhir untuk berkunjung ke tempat wisata.
Di Fakultas Ekonomi, mata kuliah KKL dibebankan 2 sks dan menjadi mata kuliah wajib tempuh. Prosedur Pelaksanaan KKL di fakultas ekonomi dimulai dengan penentuan tujuan KKL, objek KKL dan biro perjalanan yang melibatkan mahasiswa.

Selanjutnya sebelum berangkat KKL ada  pembekalan mengenai objek KKL yang akan dikunjungi. “Di ekonomi untuk manajemen saat pembekalan kami memfokuskan pada empat konsentrasi yaitu, manajemen Sumber Daya Manusia, manajemen Operasi, manajemen Pemasaran dan manajemen Keuangan, Untuk Akuntansi fokus pada 2 konsentrasi yaitu Akuntansi Manajemen dan akuntansi Biaya,” jelas beliau panjang lebar.

Tidak selesai sampai disitu setelah KKL mahasiswa harus menyelesaikan tugas untuk penilaian KKL. Mengenai tugas, Fitri sapaan akrab beliau menjelaskan bahwa ada perubahan sistematika tugas untuk penilaian KKL. Jika tahun  sebelumnya tugas yang diberikan hanyalah tugas individu yaitu membuat paper sebanyak 2 lembar folio dengan tulisan tangan. Adapun tugas kelompok, membuat makalah hasil observasi KKL untuk dipaparkan pada seminar khusus dan seminar umum.

Seminar khusus yang dimaksudkan disini adalah seminar khusus dari program studi untuk seluruh kelompok. Lalu dipilih yang paling baik untuk diseminarkan di seminar umum untuk semua program studi di Fakultas Ekonomi. Mulai tahun ini akan mulai diberlakukan ujian untuk mata kuliah KKL.

Di fakultas Ekonomi persoalan biaya juga sering menjadi polemik antara dosen dan mahasiswa. Dikarenakan mahasiswa merasa biaya KKL terlalu mahal. “Untuk masalah biaya dari fakultas memberikan dispensasi dengan pembayaran KKL dapat diangsur sebelum dan setelah KKL dengan perjanjian di atas kertas,” tutur Fitri menanggapi.

Berbeda dengan fakultas yang lain, fakultas Psikologi tidak membebankan sks untuk KKL. Pelaksanaan KKL yang berlangsung cukup lama lebih dari empat hari, membutuhkan alokasi dana yang tidak sedikit. Alokasi ini digunakan untuk pembiayaan selama KKL mulai dari biaya sks, biaya administrasi, biaya Akomodasi dan Transportasi. Hal ini terkadang membuat Dosen dan para mahasiswa berselisih pendapat.


Namun di tahun ini ada yang sedikit berbeda di FKIP, khususnya pada Progdi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI). Para dosen sempat akan menghapuskan mata kuliah KKL karena dianggap tidak terlalu dibutuhkan. Namun ketika merasa kompetensi untuk praktek di lapangan dibutuhkan, maka fakultas dan progdi memunculkan mata kuliah KKL untuk mahasiswa PBI 2010.


Kebijakan tiap fakultas memang  berbeda-beda. Diharapkan semua mahasiswa dapat menyikapi kebijakan fakultas dan progdi dengan sebaik mungkin. (Dhara, Idni, Onik/Peka)
                                                                   
Powered by Blogger.