Header Ads

Gambar1

UMK Semakin Berkualitas

Baca Juga


Universitas Muria Kudus (UMK) semakin hari  terlihat terus berkembang. Hal itu ditandai dengan penambahan Program Studi (Progdi) dan pembangunan gedung yang terus dilakukan. Masyarakat pun mulai menaruh kepercayaan terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan UMK. Hal itu bisa terlihat dari animo masyarakat yang mendaftar di UMK yang setiap tahunnya mengalami peningkatan, terlebih saat dibukanya Program Studi (Progdi) baru PGSD.
Hal ini disampaikan Suparnyo ketua Program Magister Ilmu Hukuum (MIH) Universitas Muria Kudus pada saat reporter Peka berkesempatan mengadakan wawancara kepadanya. Dia menjelaskan bahwa Sumber daya manusia yang ada di UMK berangsur-angsur mulai menunjukkan kemajuan dan perkembangan.  Berikut petikan wawancaranya dengan reporter PEKA Karmila Sari.

Sejak kapan bapak mengajar di UMK ?
Saya mengajar di UMK sejak tanggal 1 Juli 1987 yang silam.

Bagaimana pandangan Bapak terhadap perkembangan SDM di UMK?
Mulai saya  mengajar sampai sekarang perkembangannya berangsur-angsur mulai menampakkan kemajuan dan kepercayaan dari masyarakat. Terlihat sekali pada saat sebelum reformasi tahun 1998 sampai sekarang jumlah mahasiswa yang semakin hari semakin bertambah terus.

Jika dalam bidang manajemen dan kualitas dosennya seperti apa?
Dalam bidang manajemen yang dulu sebelum reformasi kurang begitu teratur, sekarang menjadi lebih teratur. Sedangkan dalam hal kualitas dosen sekarang lebih banyak dosen yang menyandang gelar S3 daripada tidak. Padatahun 1998 yang jumlah dosen UMK yang menyandang gelar S3 bisa dihitung jari.

Menurut bapak, SDM berkualitas itu yang bagaimana ?
SDM yang berkualitas adalah yang mau meningkatkan pendidikannya untuk memperkaya ilmu pengetahuan. Ilmu merupakan komponen utama dalam meningkatkan kualitas manusia. Sangat  pentingnya sebuah ilmu. Karena itu dimanapun harus di cari. Pepatah mengatakan ”Carilah Ilmu Sampai ke Negeri Cina”. Ya, pokoknya ilmu itu modal utama untuk menjadi manusia berkualitas.

Apa tolak ukurnya buat semua itu?
Tolak ukurnya adalah pergulatan aktivitas pergulatan intelektual di UMK semakin maju. Hal tersebut juga dapat terlihat dengan keikut sertaan mahasiswa dalam organisasi.

Bagaimana keefektifan UKM, apakah turut mempengaruhi kualitas SDM UMK ?
Organisasi sangat baik untuk media belajar mahasiswa. Karena dengan begitu mahasiswa dapat melatih dirinya bekerja sama dalam suatu team. Namun perlu diingat pula, mahasiswa harus bisa mengatur waktunya. Karena yang sekarang ini sering terlihat adalah mahasiswa aktif sekali di organisasi tapi nilai kuliahnya rakaruan.

Menurut bapak, apakah tingkat pendidikan dosen berpengaruh terhadap kualitas mahasiswa ?
Ya, tentu. Walaupun tidak semua hal di tentukan oleh kualitas dosen. Karena selain dosen ada juga fasilitas yang harus mendukung seperti bangunan tempat belajar, buku-buku panduan dan yang paling utama adalah semangat dan minat mahasiswa untuk belajar lebih serius dan giat.

Dalam pandangan bapak, bagaimana kualitas dosen di UMK ?
Saat diadakan audit tentang kualitas dosen,  di beberapa Progdi terdapat dosen yang belum sesuai. Kalau dipersentasikan di bawah 50 persen ( di bawah 50 persen dosennya belum sesuai).

Menurut bapak, menjamurnya Asisten Dosen (ASDOS) di beberapa Progdi, apakah turut mempengaruhi kualitas mahasiswa ?
Menurut saya hal tersebut tidak jadi masalah,  karena ASDOS tersebut sudah melalui proses seleksi dan penyaringan. Apalagi jika ASDOS tersebut mau mengembangkan dirinya dengan lebih membuka wawasannya. Baik buruknya, tergantung ASDOS itu sendiri. Keberadaan ASDOS justru baik, dari pada kelasnya kosong. Sebenarnya, dosen S1 itu sendiri belum punya grade mengajar, kedudukannya hanya membantu mengajar, belum bisa mengajar. Lebih mudahnya bisa kita lihat  guru SD saja harus S1, jadi dosen harus lebih tinggi.

Kemajuan universitas dalam bidang pengembangan SDM menurut bapak itu tanggung jawab siapa ?
Tanggung jawab kita bersama. Antara dosen, mahasiswa dan unit penunjang akademik. Ketiganya harus berjalan seimbang dan perlu meningkatkan kualitas. Untuk itu, harus ada sinergi antara dosen dan mahasiswa untuk niatbersama untuk lebih maju.

Apa yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas SDM di UMK ?
Pertama, Badan Penjaminan Mutu (BPM)  melakukan audit pembelajaran tiap satu semester. Sedangkan untuk dosen bisa dengan melakukan penelitian. Karena tugas dosen itu sesuai dengan  Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencerminkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Bagi dosen yang sedang melakukan penelitian, diharapkan dosen mengajak mahasiswanya untuk turut serta. Namun yang terjadi selama ini, saat penelitian itu ditawarkan pada mahasiswa, tidak ada yang mendaftar. Jadi mau tidak mau, dosen yang langsung menunjuk mahasiswa.

Bagaimana penelitian yang ada di UMK sekarang ?
Banyak Perguruan Tinggi lemah dalam penelitian, begitu juga UMK. Sebagian besar dosen beralasan, mata kuliah yang diampu dan harus diajarkan banyak. Padahal sejatinya, dengan mengadakan penelitian, hasil penelitian tersebut dapat digunakan untuk melengkapi bahan ajar mata kuliah yang diajarkan, tidak hanya teori tetapi juga praktek.

Apa perlu mengubah sistem pembelajaran, untuk meningkatkan kualitas SDM di UMK ?
Saya rasa pengajaran yang di UMK sudah baik, karena sudah mengarah untuk mencetak mahasiswa yang lebih kompeten. Misalnya dengan KBK. Karena pada hakikatnya pencapaiannya yang harus diwujudkan adalah kompetensi mahasiswa, bukan penyelesaian materi kuliah. Karena percuma jika materi yang diajarkan selesai namun mahasiswanya tidak kompeten. Jika kita tinjau di beberapa Perguruan Tinggi (PT) baik negeri ataupun swasta yang lain, menurut pengakuan dari mahasiswa tersebut justru jarang di ajar, paling hanya 3 – 4 kali pertemuan saja selama satu semester. Kita sudah baik, menetapkan jam tatap muka 13 – 15 kali untuk perkuliahan.

Cara mengajar seperti apa yang bisa meningkatkan kualitas SDM ?
Cara mengajar yang lebih mementingkan kompetensi bukan penyelesaian materi.

Menurut bapak apakah saat ini UMK sudah berkualitas ?
Masalah kualitas itu banyak tergantung pada mahasiswanya, sedangkan dosen cuma sedikit. Banyak PT lain mengakui kalau UMK berkualitas. Hal itu terbukti dengan beberapa Universitas yang melakukan studi banding di UMK, diantaranya Universitas Pelita Harapan, Universitas Pekalongan dan Universitas Admajaya  yang pernah melakukan studibanding ke Fakultas Hukum UMK. Selain itu, UMK juga masuk dalam 100 besar Universitas terbaik.Namun meski seperti itu UMK masih harus terus ditingkatkan lagi.

Menurut bapak, bagaimana pula kualitas lulusan UMK ?
Selama ini dilakukan research study kepada para alumni dalam hal lapangan pekerjaannya. Baik itu masalah waktu kerja maupun gaji yang diperoleh. Yang terlihat, daya saing lulusan UMK  tinggi pada Progdi yang masih banyak diminta masyarakat, seperti Sistem Informasi dan Teknik Informatika.

Apa harapan Bapak terhadap mahasiswa UMK?
Mahasiswa harus terus belajar, belajar, belajar dan belajar serta mau belajar berorganisasi juga.

Reporter : Karmila Sari
Pena Kampus
Powered by Blogger.