Header Ads

Gambar1

Sisihkan Uang untuk Sesama

Baca Juga


                                   

Khalila, gadis berusia 9 tahun yang sangat suka mengoleksi sepatu terutama sepatu hak tinggi(High hill). Berbagai macam warna dan jenis sepatu hak tinggi yang dimilikya. Semuanya tersimpan rapi di kamarnya. Setiap kali ulang tahunnya tiba, ia akan memohon orang tuanya untuk membelikannya sepatu sebagai hadiah. Tak jarang pula, ketika ia dan orang tuanya jalan-jalan di mall atau pusat perbelanjaan, gadis kecil itu selalu meminta ibunya untuk membeli sepatu saat ia melihat sepatu yang diinginkannya.
Suatu hari saat ia dan ibunya berbelanja di mall, ia terpana ketika melihat sepatu berwarna merah jambu terpampang manis di sebuah toko. Dengan penuh antusias, ia menarik tangan ibunya dan membawanya masuk ke toko tersebut.
“Mama, coba lihat!. Sepatu ini manis sekali, mirip dengan sepatu boneka barbie di kamarku. Mama, maukah kau membelikannya untukku?” pintanya.
Mendengar permintaan anaknya itu, mamanya hanya tersenyum. “ khalila, apa kau menyukainya?”tanyanya.
“ya, aku ingin menambahkannya dalam koleksiku” ungkapnya sembari tersenyum.
“ apakau benar-benar membutuhkannya?”
Khalila tertegun sejenak ketika mendengar pertanyaan mamanya itu. Ibunya kemudian memegang tangannya dengan lembut sembari berkata: “apa kau benar- benar membutuhkan sepatu baru itu?” khalila hanya menggeleng terdiam.
“Jika kau tidak benar-benar membutuhkannya, alangkah baiknya jika kita berhemat dan menabungkan uang yang ada. Kebutuhan akan selalu bertambah setiap harinya. Menabung berarti menyipakan masa depan dan jika kau memiliki kelebihan uang atau yang lainnya, kau bisa ikut berbuat baik dengan cara berbagi dengan sesama.”
“ Mama, apa itu berarti aku harus berhenti berlebih-lebihan dan mulai memperhatikan sesama?” tanyanya penuh antusias. “ Benar, sayang. Belajar peduli pada sesama.”
“Baiklah, mulai sekarang aku akan menabung sisa uang jajanku, mengumpulkannya, berbagi dan jika masih ada sisa, aku akan menggunakannya untuk membeli sepatu,” ungkapnya dengan wajah ceria sambil berjalan keluar toko sepatu itu.
###
            pagi ini di sekolah, saat bel istirahat berbunyi, Khalila tidak pergi ke kantin. Ia lebih memilih membuka bekal yang sudah disiapkan mamanya dari rumah. Melihat hal tersebut, Andien temannya datang dan bertanya: “ Khalila, seperti biasanya kau membawa bekal makanan, apa uang saku yang diberikan orang tuamu itu sedikit?” tanyanya sembari duduk mendekat.
            “Tidak, uang sakuku cukup, Andien. Hanya saja, mulai saat ini aku bertekad untuk menabung.” Jelasnya.
            “ Lalu jika uang tabunganmu sudah terkumpul banyak, kau akan menggunakannya untuk apa?”
            “jika tabunganku sudah terkumpul, aku akan berbagi dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Seperti orang miskin dan anak-anak jalanan. Jika masih ada sisa uang, aku bisa membeli sepatu yang aku inginkan”.
            “ kalau begitu, aku juga akan menabung seperti kamu.” Kata Andien.
            Tak lama kemudian bel tanda masuk berbunyi, mereka berjalan bersama-sama menuju ruang kelas. Didalam kelas, ibu guru memberitahu bahwa tetangga kecamatan sedang mengalami musibah banjir. Banyak dari mereka yang kehilangan tempat tinggal. Mereka juga sangat membutuhkan bantuan seperti pakaian, selimut dan bahan makanan lainnya. Ibu guru berkeinginan mengajak siswa untuk mengumpulkan sumbangan untuk kemudian di berikan kepada para korban.
            Mendengar rencana tersebut, Khalila terlihat sangat senang. Ia berkeinginan untuk menyumbangkan tabungan yang telah dikumpulkannya itu. Saat tiba di rumah, ia segera berlari ke kamar dan mengambil tabungan berbentuk silinder dengan motif Barbie yang ditaruh di atas meja belajar. Dengan sigap ia menghampiri mamanya dan berkata:”Mama, bolehkah aku membuka tabungan ini?”
            “Tentu saja. Itu milikmu dan kau berhak menggunakannya semaumu. Memang kau ingin menggunakannya untuk apa?” tanya mamanya penuh antusias.
            “Tadi di sekolah bu guru berkata kalau tetangga kecamatan sedang mengalami musibah banjir yang cukup memprihatinkan. Kami berencana untuk menggalang dana bersama guna membantu mereka. Aku berencana menggunakan uang tabunganku untuk membantu mereka,” jelas Khalila.
            Mendengar uraian anaknya itu, mamanya bahagia dan bangga. Sembari mengusap rambut putrinya, ia berujar: “mama senang kau mulai peduli pada sesama.”
###
 Pagi harinya di sekolah, semua siswa mengumpulkan sumbangan yang akan mereka berikan. Ada yang membawa beberapa selimut, pakaian, uang dan juga makanan instan. Khalila datang dengan membawa uang yang sudah ditaruhnya dalam sebuah amplop. Kemudian ia memberikan amplop tersebut pada bu guru dengan wajah riang.
Beberapa jam kemudian bu guru mengumumkan jumlah sumbangan yang telah terkumpul. Sesaat kemudian bu guru membawa mereka ke tempat bencana dan menyalurkan bantuan tersebut secara langsung. Khalila merasa sangat senang karena bisa membantu sesama.

Disaat ia hendak pulang, kedua orang tua Khalila telah menunggunya di seberang jalan. Keduanya datang untuk menjemput Khalila. Ketika didalam mobil, mamanya memuji apa yang telah dilakukannya itu. Setelah itu ia memberikan sebuah kotak persegi berwarna pink. Senyum lebar terpancar cerah di wajahnya ketika ia membuka kotak tersebut. Dan ternyata sepasang sepatu berwarna merah jambu tertata manis didalmnya. “Sepatu ini sebagai hadiah karena kepedulianmu,” kata mamanya.
### 

Titian Malikah 
Litbang 2012/2013,
Pimpred majalah ke 21 
Pena Kampus 

Powered by Blogger.