Jalanku Sempit

Baca Juga



Di Gondangmanis Bae itulah tempatku dan temanteman menimba ilmu.  Sepanjang perjalanan menuju kampus para penggendara disuguhi udara yang sejuk, kanankiri dihiasi pepohonan yang meneduhkan. Namun, saat memasuki  gerbang Universitas Muria Kudus (UMK) kenyamanan itu perlahan menghilang. Selain udara berubah menjadi panas, jalannya pun juga sempit karena banyak motor yang diparkir di pinggir jalan.

Rupanya tempat parkir yang telah disediakan oleh pihak Universitas kurang dari cukup, mengingat setiap tahun jumlah mahasiswanya selalu bertambah. Jadi mahasiswa tidak segan parkir sembarangan, karena  tempat parkirnya tetap itu itu saja, sedangkan mahasiswanya bertambah. Oleh karena itu mahasiswa dengan asyik membawa kendaraan mereka menuju gedung fakultas.

Jika kita amati di depan gedung pasti dihiasi dengan motor yang berjejeran tanpa aturan. Sebenarnya masih cukup jika untuk pejalan kaki, namun bagi para mahasiswa yang menggendarai motor tidaklah layak disebut jalan untuk motor. Contohnya di depan gedung Orange, pada hari-hari tertentu senin misalnya, pasti sesak dengan jumlah motor yang diparkir dari ujung jalan sampai ujung lagi. Tidak tanggung-tanggung jalan yang hanya seberapa itu dibuat tempat parkir untuk tiga lap motor, sehingga penggendara motor lain susah melaju dijalan itu.

Setiap jalan kini telah disulap menjadi tempat parkir yang praktis, tanpa mengambil karcis. Seyogyanya pihak Universitas mengambil solusi supaya jalan tidak menjadi tempat parkir sembarangan. Sediakanlah kawasan yang bebas parkir, bebas dari gerombolan motor yang menjadikan jalan semakin sempit.

Siti Anisah, PBI
Powered by Blogger.