Inilah Gadis

Baca Juga




Masih terdengar simfoni merdu rintik hujan,semakin menambah sempurnanya waktu subuh yang penuh berkah.  Terlihat senyum manis nan lugu gadis yang sedang mentadabburi  indahnya waktu subuh dari balik jendela kamarnya.suasana subuh yang tenang, setenang hatinya yang telah bermunajjat pada sang pencipta hingga fajar tiba. “dis,,, sudah yakinkah dengan keputusanmu?”suara lembut ibunya membuyarkan lamunannya.
   “sepertinya gadis sudah mantap melangkah menjadi mahasiswa buk, maafin gadis yang tidak bisa memenuhi keingina almarhum bapak menjadi santri di pondok pesantren.”jawab gadis mayakinkan ibunya.  “semua keputusan ada ditanganmu,ibu  selalu dukung asal itu memang yang terbaik bagimu.ibuk hanya pesan tetaplah menjadi gadis buat ibuk”. Gadis tidak mengerti dengan kata-kata ibunya lalu ibunya menjelaskan “gadis yang lugu, cantik, sopan dan penuh senyum”.lanjut ibunya.pada awal kuliyah gadis sangat bersemangat dan senang,hingga ungkapan cinta dari salah satu temannya tak dihiraukannya.namun memasuki semester dua ini,gadis merasa ada perasaan aneh dalam hatinya. Semenjak pertemuan dengan Zacky orang  yang tak sengaja ia kenal di kampuz. Perasaan yang seumur hidup baru ia rasakan. Menyenangkan  saat jumpa dan menyakitkan dikala jauh.energi hidupnya seolah meningkat  saat zacky mengawasi tiap langkahnya melalui sms.
“dis ibu perhatikan akhir-akhir ini makin riang dan semangat, bolehkah ibuk tahu alasannya?”goda ibuknya.
“taka da apa-apa buk, gadis Cuma senang nilai gadis semester ini bagus.” Jawab gadis mencoba menyembunyikan perasaannya, namun masih bisa diterka ibunya.

            Lina fusha
Powered by Blogger.