Katalog Online Yang Masih Pasif

Baca Juga



Teknologi semakin mengibarkan sayapnya di Universitas Muria Kudus (UMK), misalnya dalam pengambilan Kartu Rencana Studi (KRS). Pengambilan KRS via online, saat ini mulai berjalan  menjadi salah satu bentuk nyata dari implementasi teknologi tersebut, tak terkecuali dengan sistem perpustakaan telah dilengkapi dengan koleksi-koleksi online, salah satunya  adalah katalog online yang merupakan bagian dari penerapan sistem otomasi “Sistem administrasi otomasi adalah layanan terintegrasi dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, ”  terang  Noor Athiyah, pustakawan UMK.
Ia juga menambahkan bahwa Seperti  halnya katalog manual, saat  membuka tampilan katalog online, akan tampil  beberaparapa  fasilitas knowledgebase, seperti: nama buku, daftar pustaka, jumlah buku yang tersedia, jumlah buku yang di pinjam dan sisa buku yang ada. “Keduanya hampir sama, cuma yang membedakan adalah katalog online lebih terprogram  di banding  katalog manual. Selain itu, juga  dapat diakses kapan pun dan dimana pun, hanya dengan membuka www.digilib.umk.ac.id,” ungkapnya.
Noor menuturkan bahwa katalog online memiliki peran yang cukup penting dalam mempermudah pustakawan untuk memantau daftar buku yang ada. Perpustakaan juga menyediakan referensi skripsi dan penelitian dosen di www.eprints.umk.ac.id. Naskah ini dapat di unduh secara gratis sebagai bahan referensi mahahsiswa.
“Meskipun demikian, membangun sebuah sistem catalog online tidaklah semudah membalikan telapak tangan, memerlukan waktu yang cukup lama dan harus melewati beberapa hambatan, diantaranya terbatasnya tenaga entri data buku, kurangnya komputer dan ketidakstabilan  jaringan computer. Namun hambatan tersebut terbantu oleh adanya bantuan 20 komputer dari PT.Djarum dan 3 komputer dari Program Hibah Kompetisi Berbasis Institusi (PHKI). “Bantuan ini sangat menolong sekali dalam upaya pembangunan katalog online,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Noor juga memaparkan bahwa sejak di resmikan penggunaanya pada bulan Januari 2012 hingga bulan April 2012, pengunjung di perpustakaan UMK mengalami pasang surut. Hal tersebut terlihat dari data pengunjung di bulan Maret yang mengalami peningkatan sebanyak 3929 pengunjung. Namun dibulan Juli Justru mengalami penurunan yang pengunjungnya hanya berkisar 1200 orang. Adanya sistem tersebut dan penggunaannya yang mudah, diharapkan dapat menarik minat pengunjung di setiap bulanya.
Meski begitu, menurut beliau katalog online di perpustakaan UMK belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para pengunjung. “Ada beberapa pengunjung yang masih menggunakan cara manual , padahal dalam sistem online sudah di lengkapi dengan panduan penggunaan bagi mereka yang belum mengerti cara penggunaanya,” tegasnya.
            Tak ingin menutup mata, wanita asli Kudus itu mengaku memang belum ada pelatihan khusus dari pihak universitas untuk menjelaskan tentang penggunaan sistem online perpustakaan. Meski begitu, masih ada beberapa kekurangan salah satu diantaranya adalah tidak adanya fasilitas daftar pengunjung yang menggunakan catalog online, sehingga pustakawan cukup sulit untuk mengetahui seberapa besar respon pengunjung terhadap katalog online tersebut, “saya berharap suatu saat ada pelatihan khusus per fakultas berkaitan dengan penggunaan system online perpustakaan dan perbaikan system dari tahun ke tahun agar pemanfaatanya dapat berjalan secara lebih maksimal,” ungkapnya.( Niha_Yusron/FAKTA)
Powered by Blogger.