Hak Pilih Rakyat Diaborsi DPRD

Baca Juga

Tema : Debat Pro Kontra UU Pilkada Suara Remaja

Dunia politik seringkali terjadi pro-kontra, termasuk dalam pembahasan RUU Pilkada 2014. (24/9) merupakan sidang paripurna yang menbahas mengenai RUU Pilkada tersebut. (25/9) merupakan pengumuman hasil sidang yang menetapkan bahwa “Pemilihan Kepala Daerah ditentukan oleh DPRD”. Dengan adanya keputusan tersebut rakyat menjadi geram termasuk saya.
Indosesia sendiri merupakan negara demogratis dan pengertian demogratis sendiri ialah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Jadi tidakkah keliru jika kepala daerah dipilih oleh DPRD, ya memang benar DRPD adalah bagian dari rakyat namun rakyat sendiri tidak bisa memilih kepala daerahnya sendiri padahal rakyat mempunyai hak pilih. Rakyat sangat erat dengan hak pilih tersebut. Hak pilih yang dimiliki rakyat tersebut dijadikan sebagai suatu alat ukur untuk mengukur kriteria pemimpin seperti apa yang dinginkan oleh rakyat itu sendiri. Jika memang keputusan tersebut dilaksanakan maka pemerintah membunuh hak pilih yang dimiliki rakyat. Ini membuktikan bahwa rakyat tidak diperhatikan oleh atasannya yang hanya mementingkan pemikiran sepihak.
Konflik tersebut juga membuat rakyat menjadi gelisah dan bimbang dengan kepala daerah. Mereka tidak akan tahu pimpinan mereka yang dipilih oleh DPRD. Hal tersebut juga dapat menimbulkan mosi tidak percaya dari rakyat. Karena tindak-tanduk dari DPRD dan Kepala daerah yang tidak diketahui oleh rakyat. Jika terjadi mosi tidak percaya dari rakyat maka akan terjadi kerawanan dalam dunia politik. Seperti rakyat akan mengabaikan pimpinannya dan akan bertindak sesuai dengan keinginan kelompok pribadi antar rakyat. Padahal dalam bidang politik maupun hukum memandang rakyat dengan atasannya atau orang berpangkat itu sederajat, jadi sama ratakan rakyat termasuk hak –hak yang dimiliki rakyat. Pesan yang mungkin dapat disampaikan adalah jangan aborsi atau menghilangkan hak pilih rakyat untuk memilih kepala daerahnya sendiri.

                                                                                                Riska Widyastuti
Universitas Muria Kudus
Fakultas FKIP/Prodi PGSD
Anggota Magang Pena Kampus



Uploaded by : Wahyu Dwi Pranata
Powered by Blogger.