Hak Rakyat Dirampas

Baca Juga

Tema : Debat Pro Kontra UU Pilkada Suara Remaja
Fitria/dok Pribadi

RUU Pilkada yang dibuat DPR di akhir masa jabatan mereka lebih kepada menguntungkan pejabat-pejabat politik. Hal ini jelas mengundang reaksi banyak kelas. Betapa tidak, pemilihan kepala daerah adalah hak rakyat. Dengan disahkannya RUU tersebut, seperti hak rakyat telah dicuri oleh wakil rakyat sendiri. Demokrasi Indonesia yang sejujurnya belum bisa dikatakan berjalan sesuai harapan rakyat malah semakin memburuk dengan RUU ini.
Demokrasi Indonesia seperti mengalami masa kemunduran. Dulu, kepala daerah dipilih DPRD, presiden dipilih MPR. Jika sekarang sudah ada UU bahwa pemilihan kepala daerah oleh DPRD, jika dibiarkan suatu saat presiden juga bisa dipilih MPR seperti masa orde baru. Jika dulu sebelum pencoblosan, para calon kepala daerah banyak yang memberikan “seranganfajar” pada para pemilih, sekarang para calon kepala daerah harus pintar-pintar merayu anggota DPRD.
Pasalnya jika kepala daerah yang dipilih oleh DPRD, mereka pasti akan lebih bagaimana memanjakan anggota DPRD untuk mendapatklan kesan pemerintahannya yang baik daripada mewujudkan pelayanannya kepada rakyat. Sehingga otomatis para kepala daerah tidak lagi memikirkan kepentingan rakyat, tetapi kepentingan anggota DPRD.
RUU pilkada yang di gagas sejumlah partai koalisi merah putih ini menurut rakyat adalah bentuk ketidakterimaan koalisi partai-partai ini pada kekalahannya saat pemilu presiden 2014. RUU ini hanya menguntungkan elit politik dan banyak intrik politik terjadi di sini.
Tidak ada pro dalam RUU Pilkada ini. Hanya merekalah yang di Senayan yang mendukung RUU ini. Bahkan beberapa anggota DPR masih keberatan dengan RUU tersebut. Presiden SBY pun mengalami “kegalauan” dalam penandatanganan RUU ini.
Jika RUU Pilkada ini tidak dapat ditarik, dengan demikian rakyat hanya bisa berharap untuk kedepannya pemimpin-pemimpin rakyat tersebut bisa mengerti akan keinginan rakyat untuk Indonesia menjadi lebih baik. Bukan seorang pemimpin yang hanya peduli untuk memperkaya dirinya.


Noor Fitria Ulfah
Ds. Kerjasan 101 RT 02/02 Kec. Kota Kudus Kab. Kudus
Universitas Muria Kudus
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi PGSD
Anggota Magang Pena Kampus


Uploaded by : Wahyu Dwi Pranata
Powered by Blogger.