Header Ads

Gambar1

Menggugah Empati, Peduli Orang dengan Skizofrenia

Baca Juga



10 Oktober adalah Hari Kesehatan Mental Se-Dunia, berbagai cara dilakukan para aktivis ataupun ormas diseluruh penjuru dunia untuk memperingatinya. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Universitas Muria Kudus (UMK) dan Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI) melakukan Aksi Sosialisasi peduli kesehatan mental dan menyelenggarakan Seminar Regional Kesehatan Jiwa “Jiwa yang Sehat Untuk Prestasi Optimal”.
Dua hari sebelum aksi, para aktivis yang tergabung dalam BEM Fakultas Psikologi UMK, Teater Aura Fakultas Psikologi UMK dan Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI) Wilayah Jawa Tengah & Kalimantan perwakilan dari UMK melakukan pertemuan teknis untuk persiapan akhir. Tepat tanggal 10 Oktober 2014 jam 14:00 dalam memperingati Hari Kesehatan Jiwa Se-Dunia ketiga organ mahasiswa serempak melakukan aksi yang dilakukan di Alun-alun Simpang Tujuh, Kabupaten Kudus.
Melalui pemantauan koordinator lapangan, Didik Kurniawan, aksi berjalan sesuai dengan rencana. Ada yang memberikan stiker pada para individu yang melewati alun-alun simpang tujuh, mendorong untuk memberikan tandatangan pada kain yang sudah disediakan, juga disertai himbauan-himbauan peduli pada orang dengan Skizofrenia yang dilakukan oleh Said Abdul Muthalib, perwakilan dari ILMPI. Selain itu teater Aura juga menampilkan teatrikal yang menceritakan fenomena perilaku masyarakat terhadap orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan, terutama penderita gangguan skizofrenia, termasuk melakukan pemasungan dan perilaku-perilaku yang tidak berprikemanusiaan.
Said selaku promotor aksi mengatakan, ”tujuan aksi World Mental Health Day (WMHD) ini tidak lain untuk menginformasikan dan mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa pentingya kesehatan jiwa, selain itu kita juga secara konstitusi sudah mempunyai undang-undang tentang Kesehatan Jiwa NO. 18 tahun 2014“. Kami pun dari ILMPI sedang mengawal implementasi UU keswa tersebut. World Health Organization (WHO) mengangkat tema besar yaitu “Living with Schizophrenia” dalam WHMD tahun ini, maka berselaras dengan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bukanlah hal yang negatif, mereka juga manusia, mereka juga pantas untuk mendapatkan haknya. Jika kita melihat data Riset Kesehatan Dasar (riskesdes) sangat banyak kasus-kasus diskriminasi terhadap ODGJ. Harapannya semoga masyarakat Indonesia dari elemen manapun peduli dan empati terhadap orang-orang ODGJ”. Tepat jam 16:00 aksi dihentikan dan semua berkumpul untuk menyiapkan acara besoknya, yaitu seminar regional.
Sabtu, 11 Oktober Seminar Regional yang bertemakan “Jiwa yang sehat untuk prestasi optimal” diselenggarakan di Auditorium Universitas Muria Kudus mulai jam  08.30. Pembicara dalam seminar tersebut adalah Dra. Sri Mulyani M.Kes, Psikolog selaku Wakil Direktur Rumah Sakit Jiwa Daerah Amino Gondohutomo, Semarang, Mochamad Widjanarko, S.Psi, M.Si  dosen Psikologi Sosial Fakultas Psikologi UMK, Nur Halimah, S.Psi Pendiri Yayasan Cahaya Kudus (praktisi anak berkebutuhan khusus) dan Arika Zulfitri Karim Ketua BEM Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro 2013 (selaku mahasiswa psikologi yang andil dalam Simposium Rancangan Undang-Undang Kesehatan Jiwa).
Sri Mulyani, salah seorang pembicara menjelaskan mengenai tanda-tanda sehat mental, penyebab gangguan jiwa,   pencegahan gangguan jiwa  diantaranya dengan orang tua sebagai sahabat anak, pola asuh yang tepat, pencegahan sejak dari kandungan, menghindari alkohol dan narkoba, bergaul dan bermasyarakat, berfikir positif, belajar mengatasi kegagalan, mengenali dan menghargai diri sendiri, mengelola waktu, uang, dan mengembangkan hobi.
Seminar dihadiri oleh 250 an peserta dari berbagai kalangan dan latar belakang yang berbeda yaitu mahasiswa dari Universitas Muria Kudus, Akademi Kebidanan Muslimat NU, Sekolah Tinggi Kesehatan Muhammadiyah dan Sekolah Tinggi Kesehatan Cendekia Utama yang ada di sekitar Kabupaten Kudus, serta dari luar daerah seperti Universitas Diponegoro, Semarang.
Eko Budi Santoso selaku ketua panitia seminar mengatakan,”Tujuan seminar ini untuk memberikan pandangan dan wawasan mengenai  pentingnya mewaspadai sejak dini gangguan jiwa dan  mengetahui cara penanganannya serta memberikan wawasan kepada mahasiswa dan masyarakat berkaitan orang dengan skizofrenia.
“Sebagai peserta Seminar Kesehatan Jiwa ini, saya  mendapatkan begitu banyak pelajaran serta pengetahuan terhadap kesehatan  jiwa yang sangat penting bagi saya selaku calon perawat dan  juga menjadi modal utama  bagi saya sebagai orangtua  nantinya dalam memberikan pola asuh yang baik terhadap anak”, imbuh mahasiswi Sekolah Tinggi Kesehatan, Cendikia Utama, Kudus.




Islakhul Muttaqin
NIM 201360006
Mahasiswa Fakultas Psikologi
Universitas Muria Kudus Jawa Tengah
Anggota Magang Pena Kampus


Uploaded by : Wahyu Dwi Pranata
Powered by Blogger.