Header Ads

Gambar1

Bekal Menjadi Konselor

Baca Juga




      Spiritual dan konseling dirasa harus seimbang guna menciptakan konselor yang profesional, berakhlak mulia dan memiliki keyakinan.  Penyampaian tersebut diungkapan  pemateri dari Universitas Islam Negri Semarang, Dr. Ali Murtadho, (4/3) bertempat di auditorium Universitas Muria Kudus (UMK).  Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka kuliah perdana program studi Bimbingan dan Konseling (BK) dengan tema “Bimbingan dan Konseling Dalam Perspektif Islam”.
        Dalam penyampaian materi, dia membahas mengenai suatu masalah yang terjadi, pemecahan masalah,  dan bagaimana cara mengkaitkan antara spiritual dan konseling. Menurut paparan dari Ali, dia mengatakan bahwa dasar dari konseling ialah suatu pemecahan masalah yakni dengan mengetahui kebenarannya, yakni melalui spiritual dan ilmu pengetahuan.
         Menurut Ali, jika terjadi suatu masalah,  masalah tersebut tidak hanya terselesaikan dengan ilmu pengetahuan saja, namun juga kebenaran dari agama/spiritual. Disitulah peran agama/spiritual dalam konseling. Kebenaran menurut ilmu pengetahuan itu bersifat tentative, sedangkan kebenaran agama itu bersifat mutlak” ujarnya.
         Sumarwiyah, Ketua program studi BK, mengharapkan dengan tema yang diangkat mahasiswa BK mendapatkan ilmu dan mampu menerapkan ilmunya pada kehidupannya. Karena semua kehidupan tidak terlepas dari campur tangan agama, serta mampu menjadi konselor yang  memiliki tatakrama dan softkills sesuai pedoman agama.


Penulis : Riska W/FAKTA
Editor : Ulin Noor Baroroh
Powered by Blogger.