Header Ads

Gambar1

Bukan Saingan

Baca Juga


Oleh: Shobatini
Mahasiswa PBI

Zaman terus berubah, kemajuan di segala bidang semakin terlihat. Dulu, saat orang ingin membaca ia akan pergi ke perpustakaan atau toko buku. Namun kini hadir opsi baru internet, seperti electronik book (e-book) memang tengah populer. Ribuan situs menawarkan e-book gratis yang bebas didownload dan di simpan. Tak perlu mengeluarkan kocek mahal untuk mendapatkan buku yang diidamkan.
Kehadiane-book memang telah lama digadang-gadang. Isu-isu ramah lingkungan, penghematan kertas hingga pelestarian hutan selalu mewarnainya. Selain itu, e-book tahan terhadap cuaca dan segala kondisi yang untuk buku cetak biasa menjadi ancaman yang berbahaya. Meski untuk mengaksesnya kita butuh perangkat pembaca yang harganya masih terasa mahal bagi saku masyarakat kita.
Sehingga meski banyak toko buku yang akhirnya gulung tikar, masih banyak pula toko-toko  yang tetap bertahan (survive). Hal ini karena masih banyak pembaca yang setia dengan buku-buku konvensional. Terlebih lagi tak semua daerah di indonesia bisa mengakses internet secara leluasa yang menjadi syarat mutlak untuk mendapat e-book. Dipelosok-pelosok pulau misalnya, jangankan internet sinyal hp pun sulit ditangkap.
Ketidaksiapan pembaca ini  juga terlihat dari masih banyaknya orang yang mencetak e-book baru kemudian membacanya. Ini dilakukan untuk mengembalikan hal yang hilang saat buku dirubah menjadi digital. Saat membaca buku versi cetak, seluruh indra kita bekerja, mulai dari mata, peraba, bahkan hidung sekalipun. Kita sampai bisa membedakan mana buku tua dan yang mana buku yang masih fresh dari toko. Kesemuanya itu menjadi pengalaman psikologis yang ikut berperan dalam memperkuat kinerja otak, sehingga kita lebih memahami isi dari buku tersebut.
Tak ada yang salah  memang dengan perkembangan zaman yang terjadi. Seperti buku yang mulai bermetamorfosis ke era digital. Hanya saja kesiapan dan dukungan dari lingkungan mutlak terpenuhi. Entah e-book atau buku cetak semuanya memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing.
           Bila memilih e-book, otomatis segala perangkat yang mengikutinya harus tersedia. Gaya baca pun harus disesuaikan agar tak terjadi ketimpangan. E-book bukanlah musuh buku cetak, bukan pula saingan. Masing-masing hadir dengan posisinya sendiri. Bukankah saling melengkapi itu lebih indah?FAKTA
Powered by Blogger.