Multiple Inteligence Harus Multiskill

Baca Juga


dibutuhkan kemampuan tidak hanya satu pada kehidupan abad 21/google image

         Manusia merupakan makhluk yang diciptakan Tuhan paling sempurna. Sehingga dilimpahkan tidak hanya satu bidang kecerdasan , tetapi  9  kecerdasan (multiple intelegence) (Howard E. Gardner : 2009 ).
Dengan demikian kita sebagai kaum intelektual, seharusnya bisa mengoptimalkan berbagai kecerdasan dalam hidup kita. Lebih lagi, mahasiswa seharusnya memiliki Skill diluar akademisnya. Sehingga, setelah menjadi sarjana bukan  mengasiani gelar dan memilih menjadi pengaguran. tetapi, mengunakan potensi multiskill untuk mencari pekerjaan.
Sebagai informasi, Dalam laporan Perserikatan bangsa bangsa (PBB)  “World Employment and Social Outlook: Trends 2015 “, dikatakan bahwa lebih dari 61 juta pekerjaan lenyap sejak krisis ekonomi global yang mulai melanda sejak tahun 2008.  Sehingga ,PBB  memprediksi bahwa lebih dari 212 juta orang di seluruh dunia akan menganggur hingga tahun 2019, naik dari 201 juta saat ini.
Selanjutnya, kita pasti masih ingat dengan sosok Ignatius ryan tumiwa. Ryan adalah  mantan dosen Universitas Indonesia.Tetapi, Ryan Menggegerkan Indonesia  dengan mengajukan Pelegalan Suntik Mati kepada MK. Mirisnya ,Ryan memberikan salah satu alasanya adalah Menggangur dari pekerjaan sebelumya sebagai dosen.
          Dari hasil survey dan kisah itu dapat dipastikan, jika kita hanya mengeluti seglitir keahlian saja, peluang besar akan menjadi pengganguran ataupun orang dengan kebingungan hidub Padahal kita di anugrahi tuhan dengan  multi intelegence, yang seharusnya bisa menghasilkan multiskill.

Dari Redaksi FAKTA
Powered by Blogger.