Header Ads

Gambar1

Sistem Baru Keterampilan Wajib Ruwet

Baca Juga



Ketrampilan Wajib (KW) merupakan suatu ketrampilan yang wajib ditempuh oleh mahasiswa. KW tersebut terdiri dari Komputer, Kewirausahaan, dan B. Inggris yang ditempuh oleh mahasiwa secara bertahap mulai dari semester 2 sampai 8. KW bertujuan untuk membekali mahasiswa setelah lulus untuk terjun ke masyarakat. KW juga digunakan untuk syarat dalam wisuda. KW tersebut mulai dibuka pendaftaran pada 23 Februari 2015 sampai 28 Februari 2015. Hal tersebut  dituturkan oleh M. Dahlan, Ketua MKU, yang ditemui Kamis (5/3).
Dia menuturkan bahwa pembukaan KW mulai tanggal tersebut pada pukul. 08.00. Pengumuman tersebut telah diumumkan secara tertulis oleh pihak MKU yang ditempel pada dinding MKU. Selain itu, secara tidak tertulis, pembukaan KW juga diberi jarak interval dua hari yaitu tanggal 1 Maret 2015 sampai tanggal 2 Maret 2015. Hal tersebut untuk mengantisipasi mahasiswa yang mungkin masih berada di luar kota. Mengingat hari pendaftaran KW tersebut dilaksanakan pada saat jam kuliah mahasiswa belum kondusif.
Namun bagi sebagian mahasiswa KW tahun ini dinilai kacau. Karena adanya kesimpangsiuran informasi yang diterima oleh mahasiswa. Seperti yang diungkapkan oleh Asri Tatataqwa Trisdihar, mahasiswi Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan semester 2, yang megeluhkan KW tahun ini. Dia yang notabene termasuk mahasiswi baru, masih bingung tentang cara pendaftaran KW ini. “Cara pendaftaran KW tidak jelas, karena di pengumuman dituliskan mulai dibuka pendaftaran pukul 08.00. Namun pada faktanya jam segitu formulir KW telah habis. Sebab ada mahasiswa yang telah mengantri mulai pukul 06.00 pagi bahkan katanya ada yang telah mengantri dari jam 03.00 dinihari,”ujarnya.
Hal tersebut diklarifikasi oleh Ketu MKU, Dahlan, bahwa hal tersebut terjadi karena adanya miss cominication antar mahasiswa dengan MKU. Mahasiswa yang terbilang labil memberikan isu bahwa pendaftaran dibuka hanya 2 hari, sehingga mahasiswa berbondong-bondong menyerbu MKU. “Kejadian tersebut terajdi karena ada mahasiswa yang mungkin menyebarkan isu bahwa pendaftaran KW hanya dibuka 2 hari. Padahal setelah diberi penjelasan bahwa pendaftaran KW ini dibuka selama 1 minggu. Bahkan ada yang bilang bahwa pendaftaran KW hari jumat adalah hari terakhir mendaftar KW. Sehingga banyak mahsiswa yang datang mulai jam 05.00 pagi,”ujarnya.
Kuota KW tiap tahun memang dibatasi, namun juga menyesuaikan jumlah mahasiswa yang masuk pada angkatan tersebut. Misalnya jika jumlah mahasiswa pada angkatan tersebut berjumlah 2000 orang, maka kuota KW akan dibuat 1000/angkatan itu. Sehingga jika mahasiswa bisa mengikuti dengan tertib alur pendaftaran tersebut, kekacauan yang terjadi kemarin mungkin tidak akan terjadi.
Jika memang ada mahasiswa yang telah mendapatkan formulir sebelum jam mulai buka pendaftaran, itu karena pihak MKU bertenggang rasa pada mahasiswa tersebut. Karena mungkin mahasiswa tersebut memiliki kepentingan mendadak atau urusan lain sehingga menyempatkan untuk datang lebih awal. Seperti yang dituturkan oleh M. Dahlan, “sebenarnya jika dari pihak kami memberikan formulir pada mahasiswa yang datang pada jam sebelum pendaftaran itu karena kami merasa kasihan. Namun mungkin mahasiswa ini tidak bisa berterima kasih, sehingga menyebarkan isu bahwa walaupun belum waktunya buka, formulir pendaftaran telah bisa dibagikan. Padahal maksut kami tidak begitu. Sehingga pada jam mulai buka pendaftaran, formulir tersebut telah habis.,”tuturnya.
Diharapkan dari pihak MKU maupun dari pihak Universitas dengan adanya peristiwa ini, ada perbaikan dalam pendaftaran KW untuk semester depan atau tahun depan. Seperti yang diungkapkan oleh Prasenda Margaretha, mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar semerter 2, yang memberikan saran bahwa sebaiknya pendaftaran KW dibuat secara Online. Sehingga lebih terstruktur. “Sebaiknya pendaftarn KW dibuat jadwal sesuai progdi dan tingkatan semester. Atau dibuat seperti jika kita mengentry KRS. Sehingga mahasiswa tidak ada yang merasa kecewa. Dan juga ada baiknya jika anggota pelaksana KW ini ditambah atau pembayarannya dibuat per loket. Karena tidak ada salahnya jika kita bisa mengadopsi sistem yang telah ada di Universitas lain,”ungkapnnya.
       Senada dengan yang dikatakan oleh M. Dahlan, yang telah mengusulkan hal tersebut kepada pihak Universitas. Dia berharap pihak Universitas membuat suatu kebijakan baru yang memudahkan mahasiswa dalam mendaftar KW.”Jika bisa pihak Universitas membuat sistem pendaftaran KW seperti sistem pendaftaran KRS. Jika tidak mungkin pendaftaran KW tahun depan akan dibuat sesuai progdi dan tingkatan semesternya. Sehingga mahasiswa lebih mudah dalam melakukan pendaftarannya,”harapnya.

Reporter : Ida su'aydiah
Powered by Blogger.