Header Ads

Gambar1

Surat Pembaca

Baca Juga


Assalamualaikum Wr. Wb
Salam Sejahtera Untuk Kita Semua
Surat pembaca

            Pada suatu hari, ketika itu saya dapat amanat dari pak ustad K.H Adnan Kasogi, S.Pd. Saya diperintahkan untuk mengurus Kartu Kaluarga untuk menbetulkan nama orang tuanya karena ada kesalahan dalam penulisan nama tersebut  Sunarto yang benar sunarto Ibnu Adnan. Saya di berikan semua persyaratan yang diberikan yaitu fotocopy kartu kelurga (KK), KTP dan buku surat nikah (asli). Saya langsung berangkat dan menuju lokasi ke Kantor Kecamatan. Disana saya bertemu dengan petugas dari Kabupaten (namanya saya lupa) saya langsung ditanya oleh petugas dari Kabupaten; ada yang bisa saya bantu mas? jawab saya; ya pak! nie saya dapat amanat dari pak ustad untuk membenarkan nama yang kurang tepat yang ada di KK, nama tersebut sunarto yang benarSunarto Ibnu Adnan. Singkat cerita, semua persyaratan yang diminta saya keluarkan dan sudah memenuhi persyaratan. Namun ada yang aneh nama tersebut  tidak bisa diubah sesuai yang diharapkan dan Saya disuruh keluar saja karena hal tersebut menyangkut dengan hukum, kata petugas tersebut. Saya bertanya lagi kepada petugas Kabupaten , Pak kenapa tidak bisa diubah ?? beliau menjawab! sambil membentak, suruh saja ustad kamu kesini sendiri karena hal tersebut menyangkut dengan hukum. Begini mas seandainya nama ini di tambahkan harus melewati pengadilan agama dan pengadilan negeri. Di pengadilan agama mengubah nama yang tercantum di surat nikah  Sunarto menjadi Sunarto ibnu Adnan setelah itu baru ke pengadilan negeri yang meminta untuk menambah sama seperti yang tercantum di surat nikah. Pak apakah ada cara yang lebih cepat? Karena KK tersebut akan digunakan untuk mengajukan proposal. Jawabnya, tidak ada!. Terima kasih pak atas bantuannya jawab saya.
            Setelah itu, saya langsung pergi ke kantor pengadilan Agama untuk meyelesaikan persyaratan yang diminta yaitu  fotcopy surat nikah yang ada ligalisernya dari pengadilan agama. Teryata hal tersebut tidak berjalan dengan mulus, saya di tanya petugas setempat, untuk keperluan apa mas?? Ini pak ingin minta ligaliser yang akan digunakan untuk mengajukan proposal pencairan dana, jawabku!. Begini mas untuk mengganti  biaya ligaliser sebesar Rp 1000,00 perlembar karena ada 5 jadi 5 ribu rupiah. Ya pak! Jawabku lagi, sambil Istigfar. Di dalam hati aku berkata sedikit-sedikit uang ya! Padahal mereka kan sudah dapat gaji. Akhirnya persyaratan pertama sudah saya dapatkan. Setelah itu menuju kepengadilan negeri tetapi waktunya tidak mencukupi. Dan akhirnya ku putuskan pulang menuju rumah Pak Ustad untuk memberikan penjelasan dan saya ceritakan kejadian yang saya alami. Beliau berkata, kalau tidak saya sendiri yang kesana tidak akan selesai.
            Akhirnya beliau sendiri yang akan turun tangan untuk menyelesaikannya. Karena surat tersebut  akan digunakan untuk pencairan dana maka ada cara yang cepat. Ternyata  petugas kabupaten meminta uang Rp 300.000, untuk kelancaran administrasi. Akhinya dengan biaya tersebut apa yang diharapkan bisa terpenuhi, kata pak ustad.
            Saya sangat berharap untuk petugas-petugas yang berhubungan dengan melayani masyarakat janganlah menggunakan wewenang dengan sewenang-wenangnya Karna dirimu tidak akan diatas terus boss.



            Sekian Terima Kasih,

                   Moh Ridlo
                       PGSD
Powered by Blogger.