Berikan Kebebasan Berwirausaha

Baca Juga



Pena Kampus-Universitas membuat peraturan lisan sepihak yang ditegaskan oleh Wakil Rektor II bidang Keuangan, Sarana dan Prasarana bahwa mahasiswa tidak diperkenankan untuk berwirausaha di kampus. Hal itu disebabkan dengan belum adanya aturan yang membolehkan mahasiswa untuk berjualan di area kampus.
Hal itu tidak dihiraukan oleh mahasiswa, menurut pantauan tim FAKTA malah beberapa mahasiswa ada yang berjualan di dalam kelas. Namun ada juga yang berjualan dengan cara membuka stand. Salah satu alasan berjualan adalah karena ada mahasiswa yang lolos Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di Universitas Muria Kudus.
Hal tersebut sudah dilakukan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Forum Mahasiswa Islam (FORMI) yang  membuka stand makanan dan minuman. Menurut ketua FORMI, Saiful Huda, yang ditemui redaksi FAKTA beberapa waktu lalu, mereka mengaku berjualan sejak salah satu anggotanya lolos PKM Kewirausahaan dari DIKTI. “Karena ada peluang untuk berjualan maka kami merealisasikannya di kampus,” katanya.
Huda juga mengakui bahwa stand penjualan milik UKM-nya,  belum mengantongi ijin berjualan di area kampus. Namun, hingga saat ini stand tersebut belum mendapat teguran dari pihak Universitas. “Kami juga was-was karena kami belum ijin. Tetapi, dari pihak Universitas, mereka sering lewat dan melihat kami, dan kami dibiarkan saja. Bahkan ada beberapa dosen yang malah membeli Capcin,” ujarnya.
Senada dengan Noor, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), menceritakan ketertarikannya terhadap stand yang ada di dekat UKM-FORMI. Dengan adanya mahasiswa berwirausaha, mahasiswa tersebut dapat berkembang kreatif, inofatif. Sehingga mendorong mahasiswa lain untuk berkembang maju, bukan hanya stagnan.
Dia juga menambahkan bahwa ketika mahasiswa telah mewujudkan gagasan dan idenya. Seharusnya pihak universitas memberikan kemudahan bukan larangan. Misalnya saja: memberikan tempat agar mahasiswa bebas untuk berkreasi dan berwirausaha, memberikan lampu hijau, dan membantu mempromosiakan. Hal tersebut justru akan memajukan mahasiswa UMK terlebih untuk UMK sendiri. “Kuliah itu bukan hanya teori melainkan juga action dari mahasiswa tersebut. Saya sering membeli Capcin dari UKM-FORMI, dan rasanya enak sesuai dengan harganya, ”ujarnya.
Mengenai hal tersebut, Zaenuri, Wakil Rektor II, mengungkapkan mengenai mahasiswa yang berjualan di area kampus yang berupa stand-stand ataupun keliling kelas itu tidak di perbolehkan. “Kegiatan tersebut memang baik. Tetapi, nanti kalau diperbolehkan dapat memicu mahasiswa lain untuk mengikutinya. Nanti kalau gedung baru sudah ada kita akan menyediakan tempat-tempat untuk memfasilitasi kegiatan tersebut. Sehingga, tidak membuat UMK  menjadi kumuh,”katanya.

Reporter : Sidiq Permana
Editor     : Ulin Noor Baroroh, Wahyu Dwi Pranata
Powered by Blogger.