Header Ads

Gambar1

Informasi KLB PPMI 2015 di Malang

Baca Juga

Salam Persma!

Kawan-kawan Persma anggota Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI), kami harap tidak terpengaruh oleh agenda Seminar Nasional Jurnalistik bertajuk, “Seminar Jurnalistik Nasional; Menitih kembali Idealisme Persma dalam era darasnya informasi serta problematika perpolitikan Negeri.” Agenda itu akan dilaksanakan pada Jum'at 10 April 2015 di Auditorium Graha Pena Surabaya.
Kami memberitahukan bahwa acara tersebut adalah kegiatan fiktif yang dirancang oleh Dedi Nur Cahyo, Sekjen terpilih di Kongres XII Mataram namun tak aktif menjalankan kepengurusan hingga terhitung sekitar 8 bulan. Maka dari itu PPMI membentuk Presidium PPMI berdasarkan Deklarasi Pekalongan.
Dedi Nur Cahyo juga belum pernah mengkoordinasi seluruh Sekjen Kota/Dewan Kota untuk melaksanakan Musyawarah Kerja Nasional PPMI. Tentu saja dia belum punya program kerja yang disepakati secara nasional. Maka kami rasa apapun yang dilakukan oleh Dedi Nur Cahyo dengan mengatasnamakan dirinya masih menjadi Sekjen Nasional PPMI adalah tindakan ilegal.
Agenda seminar nasional yang dibuat oleh Dedi Nur Cahyo dan LPM Gema Unesa tersebut tidak berkoordinasi dengan sekjen kotanya, yaitu Ifin Sekjen PPMI Kota Surabaya. Terlebih acara tersebut diprakarsai secara sepihak, tanpa ada urun rembug dengan PPMI Kota/Dewan Kota terdekat maupun PPMI Kota/Dewan Kota anggota.
Kami menyayangkan penyalahgunaan wewenang dan perangkat organisasi PPMI demi kepentingan mencari dana, mengkoordinir pemateri, dan mengundang awak LPM Se-Indonesia. Hal ini merupakan bentuk ketidakdewasaan dalam berpikir dan berorganisasi. Di sisi lain ada ketidaksanggupan dari Dedi Nur Cahyo untuk membaca secara jeli kultur PPMI pada tiap lapis jaman.
Adapun beberapa kejanggalan yang kami temukan yaitu:
1. Nomor surat yang dikirimkan ke seluruh Sekjen PPMI Kota/Dewan Kota tertulis bulan XII. Padahal sekarang masih bulan IV. Dari sini bisa kita ketahui Dedi Nur Cahyo tak tahu tata tertib administrasi PPMI.
2. PPMI tidak pernah membuat agenda yang memuat kegiatan sehari saja. Tentu seperti kegiatan yang telah lalu, kami selalu mengadakan berbagai kegiatan pendukung. Selain itu kami selalu menyiapkan tempat menginap bagi kawan-kawan LPM di luar kota.
3. Sekjen PPMI Kota Surabaya dan seluruh Sekjen Kota/Dewan Kota anggota PPMI tidak dilibatkan dalam pembuatan seminar nasional ini. Maka dari itu agenda ini cenderung dibuat sepihak saja tanpa ada koordinasi dan permintaan pendapat dari setiap kota. Padahal kultur PPMI yang terbangun selama ini bersifat bottom up.
4. Kami tidak pernah bekerjasama dengan PWI. Terkait hal ini sudah jelas bahwasanya selama ini PPMI diisi oleh para awak Persma yang tak haus kekuasaan. Dan berjarak dengan organisasi yang bersifat menghumaskan informasi pemerintahan.
5. Kedangkalan latar belakang dalam proposal. Dedy mencopy paste artikel di internet dengan link ini (http://www.romelteamedia.com/…/dasar-dasar-jurnalistik-untu… dan (http://www.globalindonesia45.com/…/pelatihan-jurnalistik-pr… ) Dapat diketahui bahwasanya Dedi Nur Cahyo tak punya basis kepenulisan yang kuat. Hingga yang dia lakukan cenderung praktis dan asal comot. Hal ini merupakan salah satu kecerobohan bagi insan pers. Sebab setiap insan pers wajib skeptis memilah informasi dan tak lelah untuk melakukan verifikasi.
6. Dalam landasan gerak di proposal kegiatan point 3, tertulis ‘Hasil Konsolidasi Pengurus PPMI Nasional’. Sudah saja jelaskan di atas, Dedi Nur Cahyo belum punya Badan Pengurus Nasional PPMI sampai 8 bulan kepengurusannya hingga muncul Deklrasi Pekalongan. Itu juga sebabnya dia belum bisa mengagendakan Musyawarah Kerja Nasional PPMI. Sedangkan seluruh Sekjen Kota/Dewan Kota tidak tahu menahu mengenai acara ini. Mereka tidak dilibatkan dan tiba-tiba saja dikirimi surat undangan beserta proposal kegiatan.
7. Kemudian dalam susunan acara di proposal, tercatat tanggal kegiatan yaitu ‘Jumat, 01 Maret 2013’. Padahal di pamflet tertera, ‘Jum'at 10 April 2015’. Hal ini menunjukkan kebergegasan Dedi Nur Cahyo untuk membentuk acara fiktif dadakan. Tujuan Dedi Nur Cahyo, agar muncul perpecahan dalam PPMI sebelum agenda Kongres Luar Biasa PPMI 2015, pada 17-19 April 2015, bertempat di di Balai Desa Kepuharjo, Malang, Jawa Timur.
Untuk sejauh ini hanya itu saja bentuk klarifikasi yang bisa kita lakukan. Tentu mendesak sebab Dedi Nur Cahyo telah bertindak gegabah dan mempublikasikan agenda fiktifnya seara serentak ke beberapa kota.
Kami berharap kawan-kawan Persma anggota PPMI Se-Indonesia tetap fokus pada proses penguatan masing-masing kota/dewan kota menjelang KLB PPMI 2015 di Malang. Agenda perombakan ulang penubuhan PPMI tersebut kurang 10 hari lagi akan berlangsung. Demikian kabar dari kami, untuk selanjutnya mari masing-masing Sekjen Kota/Dewan Kota fokus pada pembahasan kita di forum online. Terima kasih.


Mari berjejaring dan saling menguatkan!
(Presidium PPMI)
Powered by Blogger.