Header Ads

Gambar1

Manusia Memimpin Manusia

Baca Juga


Mempimpin dengan pikiran, hati dan otak/google image

        “Memulai itu sulit.” Kita sering mendengar atau mengungkapkan kalimat ini, baik itu tercetus secara sengaja atau tidak. Namun, kesulitan itu bukan berarti tidak bisa untuk dilakukan. Dibalik label kesulitan dalam memulai, ada suatu hal yang tersembunyi. Apapun itu.
Beberapa orang berlomba untuk membuat  hal baru. Karena ada anggapan  orang yang pertama memulai sesuatu biasanya akan dikenang oleh generasi sesudahnya. Mark Zukerberg dengan menciptakan Facebook, sebuah jejaring sosial sejuta umat. Membuat Ia menjadi Pemuda terkaya di jagad raya ini. Kecerdikan pioner Apple Inc, Steve Jobs, yang telah berhasil merancang bisnis di bidang teknologi, khsusnya personal computer, Handphone, tablet PC dan media player yang merajai pasar. Hingga kini, nama Jobs masih diidentikan dengan Apple, meski Ia telah meninggal pada 5 Oktober 2011 silam.
Ada yang membuat hal baru, lalu sukses, namun ada pula yang gagal, lalu memulai lagi. Kesuksesan bisa diraih dengan kerjakeras dan kerjasama dari berbagai lini dalam suatu perusahaan. Kerjasama itu, dipertahankan dengan cara regenerasi yang baik dari pimpinan senior pada calon pemimpin juniornya. Mengenai visi-misi yang ingin dicapai pada masa-masa mendatang harus jelas dan sinkron antar generasi. Sehingga, setelah generasi baru menerima estafet untuk menjalankan kepemimpinan diharapkan tidak terjadi kebingungan yang berakibat gagal.
            Kegagalan dapat telihat dari berbagai kasus yang pernah terjadi, perjalanan perusahaan Jamu yang dulunya sangat terkenal, Nyonya Meener. Dalam buku Perjalanan Nyonya Meneer (2002) tergambar di masa generasi pendahulu, dimana dipimpin oleh Nyonya Meneer perusahaan jamu itu menjadi mashur di Indonesia. Tetapi, setelah Perusahaan Jamu terbesar itu dikelola oleh generasi selanjutnya mulai tampak kemunduran yang terjadi. Perusahaan bergambar wajah pemiliknya itu terancam gulung tikar, terjerat hutang yang mencapai Rp. 270 miliar.

            Berkaca dari keberhasilan dan kegagalan yang terjadi, manusia seharusnya menjadi semakin bijak dan memiliki tanggung jawab. Manusia memimpin manusia, bukan memimpin gorila. Komunikasi menjadi sangat berarti. Hubungn baik adalah keharmonisan, dan regenerasi memerlukan pemahaman yang sama antara generasi penerus dengan generasi sebelumnya.
Powered by Blogger.