Memaknai dengan Benar

Baca Juga


Ilustrasi gender laki-laki dan perempuan/google image
Naskah kiriman Debat Mahasiswa Koran Suara Merdeka.

Kesetaraan gender sering dimaknai salah oleh masyarakat. Kesetaraan gender sering menjadi pemicu konflik tentang ketidakadilan gender. Kesetaraan gender seharusnya tidak diartikan dengan memindahkan tugas suami dengan istri atau sebaliknya. Tetapi diartikan sebagai kedudukan yang sama (sejajar) antara suami dan istri. Sehingga, dengan kesetaraan tersebut menjadikan semua menghargai fungsi dan tugas masing–masing tanpa merasa ada yang berkuasa.
Menurut saya sebagai kaum adam kesetaraan gender dapat dilakukan di keluarga   dengan berkomunikasi sebelum melaksanakan sesuatu hal. Komunikasi antara suami dan istri dalam kehidupan keluarga, bisa di jadikan ajang untuk mendengarkan pendapat masing-masing. Sehingga, antara suami dan istri  tidak lagi ada yang merasa berkuasa karena  keputusan  diambil secara musyawarah.
Selain itu, kesetaraan gender bisa dilakukan dengan membagi tugas antara suami dan istri. pembagian tugas dilakukan tidak sewenang- wenang, tetapi sesuai dengan kemampuan masing–masing. seperti halnya, istri lebih pandai dalam memasak, oleh karena itu tugas  penyiapan makanan  di peruntukan untuk istri. Sebaliknya, apabila suami lebih berani dengan ketinggian sudah sepatutnya tugas dalam menganti genteng yang bocor dilakukan olehnya.


Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Powered by Blogger.