Header Ads

Gambar1

Koperasi Mahasiswa Mencoba Bangun

Baca Juga

 
  
Ilustrasi Logo Koperasi
Koperasi Mahasiswa di UMK seperti “tertidur” nyenyak. Tak ada aktivitas. Setelah vakum beberapa tahun, Koperasi Mahasiswa (KOPMA) di Universitas Muria Kudus ini akan diaktifkan kembali. Kopma yang akan berdiri pada tahun ajaran baru 2015/2016 tersebut akan mewajibkan mahasiswa baru untuk menjadi anggota di koperasi tersebut. Kopma sendiri merupakan sebuah organisasi yang didalamnya secara tidak langsung mengajarkan para mahasiswanya untuk berwiraswasta. Setalah kolaps beberapa tahun terakhir ini, kopma akan kembali diaktifkan. Karena ijin dari kopma tersebut masih tercantum di dinas terkait. Kopma ini rencanya akan menempati gedung yang sekarang ini dijadikan Tax Center.
Sebelum memutuskan untuk mengaktifkan kembali Kopma di UMK, pihak UMK telah mengadakan studi banding ke sejumlah Universitas, salah satunya di Universitas Negeri Semarang (UNNES). UNNES sendiri merupakan salah satu universitas yang mempunyai Kopma terbaik dibandingkan Universitas-univesitas lainnya. “Koperasi Mahasiswa sangat perlu untuk diwujudkan dengan catatan para mahasiswa mendukung rencana tersebut,”tutur Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan, Hendy Hendro yang ditemui di ruangannya (19/05). Koperasi ini diharapkan bisa membantu kebutuhan finasial para mahasiswa yang akan mengahadapi wisuda nanti. Mahasiswa yang mempunyai uang atau simpanan di Kopma nanti, tidak perlu membayar uang wisuda penuh namun bisa menambah kekurangannya saja. Selain itu, bagi mahasiswa yang menunggak uang kuliah, para mahasiswa bisa meminjam uang di Koperasi dengan syarat yang telah ditentukan.
Senada dengan Diah Ayu Susanti, salah satu dosen di fakultas Ekonomi yang berpendapat bahwa Kopma penting bagi sebuah Unversitas. Karena di Kopma kita belajar untuk berorganisasi tentang koperasi.Selain organisasi yang telah ada di lingkungan fakultas maupun universitas sendiri. “Koperasi Mahasiswa bisa untuk memicu minat mahasiswa untuk membuat small wiraswasta di lingkungan kampus,” tuturnya.
Namun untuk bisa berkembang menjadi sebuah koperasi yang besar tentunya Kopma di UMK harus mempunyai ciri khas sendiri agar para mahasiswa tertarik untuk membeli produk-produk yang dijual. Karena mahasiswa sekarang lebih tertarik untuk membeli makanan yang berada di sekitar lingkungan kampus UMK. Selain itu faktor harga juga mempengaruhi minat mahasiswa untuk membeli barang yang di jual. Banyak mahasiswa yang berpendapat bahwa makanan yang dijual di dalam kampus UMK tegolong mahal untuk kantong mahasiswa. Untuk barang-barang yang akan dijual di koperasi nanti, barang tersebut bisa berasal dari mahasiswa sendiri yang ingin berlatih wirausaha. Selain itu, di koperasi ini juga tersedia kantin, alat tulis, fotocopy, dan juga menyediakan pulsa yang semuanya merupakan kebutuhan penting bagi mahasiswa.
Pengurus koperasi ini akan dikelola oleh para mahasiswa sendiri dan juga mengambil pegawai dari luar untuk tetap menjaga agar koperasi tersebut tetap buka. Untuk berjaga-jaga jika ada mahasiswa yang membutuhkan atau ingin membeli suatu barang di koperasi tersebut. Untuk perekrutan anggota dan pengurus dari kopersi ini sendiri akan disosialisasikan melalui pemflet-pamflet yang akan di tempel di lingkungan kampus UMK. (Ayda/Wahyu/Fakta)

Reporter          : Ida Su'aidah/FAKTA
Editor              : Wahyu Dwi Pranata

Powered by Blogger.