Managemen Kepemimpinan Koperasi Mahasiswa

Baca Juga

koperasi sebagai ekonomi kerakyatan/ ilustrasi radarsampit.net



Di era sekarang, banyak mahasiswa yang menggunakan waktu luang  dengan berwirausaha. Terkadang  sela-sela jam kuliah mereka gunakan untuk berjualan. Aktivitas yang produktif. Oleh karena itu banyak Universitas yang sudah mendirikan Koperasi Mahasiswa (Kopma) sebagai tempat bagi mahasiswa berwirausaha. Lain halnya dengan Universitas Muria Kudus yang baru-baru ini mengadakan pertemuan untuk membahas Pendirian Koperasi Mahasiswa yang juga tidak memberikan ruang bagi mahasiswanya untuk berjualan di area kampus.
 Apa sih itu koperasi? Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh anggota yang terlibat di dalamnya demi kepentingan dan tujuan bersama yang berlandaskan kegiatan ekonomi kerakyatan yang berdasarkan asas kekeluargaan.
Mendirikan sebuah koperasi itu tidak semudah yang kita bayangkan, harus ada kesepakatan bersama. Harus bisa menerima pendapat anggota lain dan yang terpenting ada syarat-syarat yang harus dipenuhi agar dapat diakui pemerintahan, yakni dengan dasar hukum Undang-undang No.25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian dan Peraturan Pemerintah tahun 1994 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengesahan Akta Pendirian dan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi. Disamping  syarat pendirian sebuah koperasi, Koperasi juga harus memiliki seorang pemimpin.
Setiap pemimpin memiliki caranya sendiri agar mampu membuat anggotanya patuh terhadap perintahnya, karna pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang mampu membawa organisasinya ke tingkat yang lebih baik. Maka dari itu jadilah seorang pemimpin yang disegani bukan menjadi seorang pemimpin yang ditakuti oleh setiap anggotanya.  Dengan cara bersikap ramah kepada anggotanya, memberi  pujian kepada anggota yang mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik.
Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi suatu organisasi. Seorang pemimpin selalu memegang teguh fungsi-fungsi manajemen yang meliputi (organizing) pengorganisasian, (actuating) pengarahan, (controling) pengawasan yang melalui proses (planning) perencanaan, yang direncanakan oleh seorang pemimpin.
Menjadi seorang pemimpin harus mau mendengar pendapat dari bawahannya, jadi tidak harus bawahan yang selalu mendengar perintah dari atasannya. Apalagi seorang pemimpin tidak secara langsung mengontrol semua kegiatan yang ada dilapangan tapi hanya dibalik layar saja dengan mengandalkan laporan dari bawahan.
Misalkan, suatu organisasi menjual sebuah produk sabun yang semula sabun batangan, dengan kondisi masyarakat sekarang ini yang slalu berpergian pasti lebih membutuhkan sabun yang mudah dibawa ‘sabun cair’ semua itu yang mengetahui apa yang dibutuhkan konsumen adalah bagian pemasaran. Oleh karena itu atasan harus mau menerima pendapat bawahan demi kemajuan organisasi.
“Apalagi jika koperasi mahasiswa ini diadakan di Universitas Muria Kudus, mungkin peluang mahasiswa lebih besar untuk menyalurkan bakat kewirausahaannya. Dan menurut saya sangat cocok dan sah-sah saja malahan bagus. Apalagi universitas diluaran sana sudah banyak yang mendirikan koperasi-koperasi kenapa kita yang katanya orang kudus pintar dalam berdagang tidak mendirikan Koperasi Mahasiswa. Asal dijalankan dengan serius dan sungguh-sungguh dan berlangsung lama” ujar dosen ekonomi Ratna Yulia Wijayanti, SE, MM

Reporter          : Wiwin Ika Arlita
Editor              : Wahyu Dwi Pranata
 

Powered by Blogger.