Menganggkat Kearifan Lokal

Baca Juga

MEA di depan kita/pmct.co.id



Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 ini Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi menyelenggarakan seminar dengan bertema LOCAL WISDOM IN ENTERPENEURSHIP yang berlangsung di auditorium UMK. Seminar tersebut mengundang narasumber yang ahli dan dipercaya memberikan materinya yakni Ir. Zaim Saidi, MPA (Praktisi Mukalimat) dan Yuli Astuti (Pengusaha Muria Batik Kudus)
Di dunia ekomoni tidak terlepas dari adanya persaingan dalam perdagangan yang membuat para pedangan memutar otak agar dagangannya laku. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menggali potensi para pedagang ataupun pembisnis untuk memajukan usahanya, dalam seminar tersebut Yuli, mengatakan bahwa mengangkat budaya yang sudah punah dan budaya yang telah tertinggal itu adalah salah satu langkah untuk menghadapi MEA.
“menghidupkan kembali budaya kudus yakni batik Kudus yang tak banyak orang tahu, agar dikenal kembali di kab. Kudus adalah salah satu cara dalam menghadapi MEA” ujarnya.
Pengusaha tersebut juga, menegaskan bahwa kearifan lokal seperti tersebut merupakan suatu nilai tersendiri di dunia perdagangan karena batik memiliki nilai jual yang tinggi dan sangat menjunjung budaya terutama budaya di Kudus.
Dalam penjelaannya beliau juga memberikan gambaran bagaimana Kudus memiliki banyak  motif batik diantaranya, kapal kandas, pari joto, bulusan dan juga pakis haji. Dari setiap motif tersebut memiliki makna filosofis tersendiri dalam pemaknaan tersebutlah batik kudus memiliki ciri tersendiri.
“dalam berbagai motif batik Kudus tentunya miliki makna yang berbeda-beda. Misalnya pakis haji pada daerah Muria masyarakat menggunakan pakis haji sebagai pengusir hama tikus dan mereka percaya kalau tikusnya akan pergi, itu adalah budaya local” tuturnya.
Alasan kenapa beliau mengangkat batik Kudus untuk usaha dagangnya ialah selain untuk menggangkat kembali hasil budaya yang telah punah agar terknal di kancah nasional maupun internasional ialah nilai jual batik juga tinggi.
“batik apalagi batik tulis itu memiliki daya jual yang tinggi, karena menurut Unesco batik ialah melekanya cairan malam pada kain, dimana proses dalam penggambaran polo yang membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi” tambahnya.
 

Powered by Blogger.