Header Ads

Gambar1

Ngobrol Seru di Hari Buku Nasional

Baca Juga

ilustrasi seorang Kutu Buku


Selain dari jenjang pendidikan atau sekolah. Buku merupakan salah satu media untuk menimba ilmu. Dari buku kita dapat menambah pengetahuan dan melihat dunia luar dengan membaca. Ada pepatah mengatakan bahwa “Buku adalah jendela dunia”.
            Pada tanggal 17 Mei di peringati Hari Buku Nasional. Berbeda dengan organisasi lain, UKM Jurnalistik mengadakan diskusi umum untuk memperingati hari tersebut. Dalam acara tersebut, setiap  peserta yang hadir diwajibkan membawa buku favoritnya masing-masing. Acara tersebut berlangsung sore hari (19/5) ditaman gedung J.
            Sebelumnya dari pihak penyelenggara sudah membagikan Poster kegiatan melalui Facebook. Dari pihak mahasiswa pun merespon baik dan peserta yang hadir cukup antusias mengikuti obrolan santai tersebut.
            Penyelenggara mewajibkan peserta yang datang untuk menceritakan isi buku yang mereka bawa. Acara ini dibuka oleh Pimpinan Umum LPM Pena Kampus M. Ali Ribowo.
Mahasiswa Teknik Informatika yang akrab disapa Bowo ini membawa buku yang berjudul “Sociophrenia (Perjalanan dan Pemikiran Sarlito Wirawan Sarwono)”. Dia menuturkan bahwa buku tersebut mengisahkan tentang perjalanan hidup kakek, bapak, serta Bapak Sarlito sendiri. Buku yang ditulis oleh Sarlito dan Orhida Ramadhania itu pada dasarnya bukanlah buku biografi maupun autobiografi melainkan campuran antara keduanya.
            Waktu itu, Sarwono, yang merupakan Bapaknya Sarlito membangkang ayahnya. Kakeknya Sarlito ingin kalau anaknya menjadi kondektur, tetapi beliau ingin lebih dari itu. Atas jeri payah dan ketekunan akhirnya beliau dapat meraih cita-citanya. Ia menjadi Dokter.
            Selain Bowo, Izza, Mahasiswa PGSD semester 2 merupakan peserta yang paling antusias mengikuti acara ini. Dia membawa buku yang berjudul “Winter In Tokyo”. Buku yang ditulis oleh Ilana Tan ini mengisahkan seorang yang bernama Tara. Seorang gadis keturunan Indonesia yang lebih senang hidup di Tokyo. Karena Tara menyukai musim-musim yang ada disana.
            Izza juga menuturkan bahwa buku tersebut terdapat 4 series yang menceritakan 4 musim berbeda yang ada di berbagai negara. Buku pertama dari Ilana Tan berjudul Summer in Seoul, yang dilanjutkan dengan Autumn in Paris kemudian suksesinya Winter in Tokyo dan yang terakhir Spring in London. Dari ke-4 series tersebut memiliki keterkaitannya masing-masing.
            Acara yang berlangsung kurang lebih 2 jam berlangsung cukup menyenagkan. Para peserta memperoleh pengetahuan yang menarik. Diharapakan setiap tahunnya acara ini diadakan kembali dan para peserta pun bertambah banyak,” sambung Tarom, salah satu peserta diskusi. (Teguh/Ulin
/Fakta)

Powered by Blogger.