Kemandekan dan Seolah Tak Bertaring Lagi

Baca Juga

ADA kalangan yang menganggap bahwa gerakan mahasiswa pascareformasi telah mengalami kemadekan dan seolah tak bertaring lagi. Semoga anggapan itu salah, karena pada tanggal 10 September 2015, hari ini di kampus Universitas Muria Kudus (UMK) akan mengadakan diskusi tentang stagnasi gerakan mahasiswa, yang di pelopori Humas UMK.
FOTO DARI KAWAH PRODI TI INI SELALU BAGUS UNTUK
ILUSTRASI DALAM BANYAK TULISAN. SUWUN.
Dalam diskusi akan dihadirkan Presiden Mahasiswa kita singkat aja Presma dari UMK dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus. Dan penyelenggara tak mau kecolongan juga mengundang Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PPMI) Kudus, PC Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kudus, dan PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kudus.
Mungkin penyelenggara bermaksud mendifinisikan tentang gerakan yang selama ini diarahkan ke konstalasi politik nasional harus mulai diorientasikan untuk masyarakat. Mahasiswa harus lebih dekat dengan rakyat.
Atau arah gerakan yang secara kualitas inteletual bagi mahasiswa adalah sebuah harga mati yang tak bisa di tawar. Melihat acara yang akan digeral pada jam 14.30 WIB tersebut jadi ingat kata Pramoedya Ananta Toer yang mengajukan sebuah pertanyaan yang cukup menarik: mengapa pemuda yang dengan gemilang menyingkirkan rezim Soeharto, tidak menghasilkan tokoh politik nasional? padahal pemudalah yang memberikan kepemimpinan dan energi dalam setiap perubahan penting disepanjang sejarah Indonesia serta tampil menjadi tokoh politik nasional. Mengapa sekarang tidak?.
Lalu Pram menjawab pertanyaannya sendiri dengan kalimat panjang “Kita secara nasional dilahirkan oleh revolusi nasional dan berhasil menghalau Imperialisme… disusul perjuangan menuntaskan revolusi: sekarang itu sudah padam samasekali. Kesimpulan saya: karena perkembangan orba menyalahi sejarah sebagai titik awal tempat bertolak sehingga kehilangan arah tak tau tujuan, alias ngawur”.
Seperti yang ditanyakan oleh Pram, gerakan mahasiswa atau pemuda yang berhasil menggulingkan Soeharto tersebut ternyata tidak menghasilkan tokoh politik nasional pada periode era reformasi.
Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia bahkan di dunia, mahasiswa memiliki peran yang strategis. Kalau menurut penulis jangan kecewa atau banyak berfikir, toh akhirnya percuma, karena cepat atau lambat, mahasiswa akan menemukan sendiri format baru dari gerakan mahasiswa untuk mencapai tujuan bersama, tujuan yang lebih baik tentunya. Ya, mungkin sekarang baru mengalami stagnasi dalam bahasa kerennya.
Selamat berdiskusi dan itulah semestinya, kita berfikir dan tidak ngawur. Jangan lupa minum biar tidak ngos-ngosan dalam berfikir di diskusi stagnasi gerakan mahasiswa. Salam.

*) I.K Suro, mahasiswa F.Teknik yang meridukan bangun pagi untuk melihat matahari
Powered by Blogger.