Kritik, Terima Saja

Baca Juga

TIDAK semua kritik itu berwajah buruk, karena pada hakikatnya dengan kritik yang dilakukan mahasiswa melalui demo atau tulisan adalah karena ada kejanggalan. Biarkan mahasiswa menyampaikan aspirasinya melalui ruang-ruang demokrasi di kampus, karena dari kampus perubahan-perubahan besar itu akan lahir.
ISTIMEWA
Kritik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan bahwa kritik adalah kecaman atau tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk thd suatu hasil karya, pendapat.
Sedangkan mengkritik adalah mengemukakan kritik; mengecam. Kalau pengkritik merupakan orang yg mengkritik; orang yg mengemukakan kritik.  Jangan lupa ya kawan-kawan di negeri kita sekarang beriklim demokrasi. Kita bisa lihat sekarang iklim tersebut sangat tumbuh subur di negeri ini terutama pascareformasi.
Mulai ditandai salah satunya dengan berkembangnya kebebasan berpendapat. Secara eksplisit, hal itu dinyatakan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 Pasal 28 yang menjamin kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya.
Sikap kritis itu harus dihargai, karena kemampuan ini menimbulkan adanya nilai  usaha-usaha yang tidak mudah. Salah satu nilai tersebut adalah empiris. Bukan sekedar mendengar lalu melupakan.
Ah, atau mungkin mendengar lalu mengingat saja. Tetapi harus disertai pemahaman dan tanggung jawab dalam berbuat atau bersikap. Paling tidak jika kritik dilakukan dengan tulisan atau  perbuatan yang sopan, akan menjadi perbuatan nahyi mungkar amar ma’ruf, bil-lisanatau bil-qalbi.
Khalifah Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Jangan melihat siapa yang berbicara, tapi lihatlah apa yang dibicarakan”. Maknanya, kita harus bisa bersikap terbuka menerima kritik dari siapa saja, karena kebenaran bisa datang dari mana saja. Bahkan seorang anak kecil atau mungkin dari seekor binatang.
Sekarang, kita tinggal pilih, jadi orang yang menerima kritik lalu berbenah, atau malah mencari yang mengkritik lalu meninjunya. Tinggal pilih aja. Kritik teteplah kritik, akan selalu ada setiap ada hal yang tabu dan tak adil.

*) I.K Suro, mahasiswa Sistem Informasi UMK yang selalu rindu dengan matahari di pagi hari
Powered by Blogger.