Master Training di UMK Berbasis Kearifan Lokal

Baca Juga

SETELAH mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Akademik Mahasiswa Baru (Sapamaba) 2015/2016 yang berlangsung pada 4 – 8 September lalu, sebanyak 2006 mahasiswa baru Universitas Muria Kudus (UMK) akan akan dibekali juga dengan nilai-nilai pembangunan karakter.
Dr. Hidayatullah SH. M.Hum saat menyampaikan materi anti
korupsi di depan ribuan mahasiswa baru UMK dalam
kegiatan Sapamaba (dok. HUMAS UMK)
Pembekalan karakter pada mahasiswa baru itu akan dilakukan melalui ‘’Mahasiswa Berkarakter (Master) Training’’ atau pelatihan mahasiswa berkarakter berbasis nilai-nilai kearifan lokal (local wisdom) yang ada di Kabupaten Kudus.
‘’Masyarakat Kudus memiliki falsafah nilai-nilai Gusjigang, yakni bagus, pandai mengaji dan berdagang. Ini nilai-nilai yang sangat sesuai dan tepat ditanamkan kepada mahasiswa baru, agar menjadi insan yang berkualitas secara spiritual, emosional, intelektual, profesional, dan memiliki jiwa kewirausahaan,’’ tegas Wakil Rektor I UMK, Dr. A. Hilal Madjdi M.Pd.
Master Training ini semakin menemukan momentumnya, jelasnya, karena UMK merupakan perguruan tinggi yang membawa nama besar dua dari Wali Songo, yakni Sunan Muria dan Sunan Kudus.
‘’UMK yang memiliki visi sebagai universitas kebudayaan serta memiliki jargon cerdas dan santun, ini sejalan dengan karifan lokal yang ada di Kudus. Master Training ini adalah dalam rangka mencetak generasi unggul yang berbudaya dan tetap menjunjung tinggi kearifan lokal,’’ tuturnya.
Hilal berpandangan, kearifan lokal menjadi aset yang sangat berharga dalam kehidupan bermasyarakat, karena mengandung kebijakan-kebijakan yang telah diajarkan para cerdik pandai leluhur di masa lampau.
‘’Kearifan lokal ini menjadi pandangan hidup yang tidak saja mengakomodasi kebijakan (wisdom) dan tidak melanggar norma yang berlaku di masyarakat, hukum maupun agama, tetapi telah menjadi ajaran turun temurun yang tentu saja menjadi warisan berharga dari generasi ke generasi,’’ katanya. (*)
Powered by Blogger.