Sapa Maba Kampus Kebudayaan

Baca Juga

Oleh Wahyu DP, aktivis kampus, mahasiswa TI UMK

MENJADI insan cipta yang memiliki rasa merupakan pelengkap dari keutuhan rohani dan jasmani. Berselarasnya dua elemen ini sangat penting, karena padu-padan yang ada dapat menghasilkan sebuah karya yang sarat rasa.
Mahasiswa UMK mengikuti sidang senat terbuka
(BOWO/PEKA ONLINE)
Raga bergerak mengikuti alur pikir yang ada di akal, lalu setiap elemennya saling bekerja sama untuk mencapai karya yang didamba. Sapa maba merupakan salah satu wadah yang digunakan untuk mengedukasi mahasiswa, supaya mahasiswa baru UMK memiliki kesadaran akan menciptakan sesuatu yang bermanfaat. Kesempatan ini harusnya dimanfaatkan betul oleh UMK agar mahasiswa nya memiliki karakter seperti seorang budayawan.
Ambillah contoh salah satunya Sujiwo Tejo, seorang dalang lulusan Institute Teknologi Bandung (ITB) yang juga banyak menulis buku-buku. Lalu apakah maba UMK yang unyu-unyu ini bisa menjadi budayawan di kampus Kebudayaan ? Atau sekedar mimpi penghias tidur? (*)
Powered by Blogger.