Header Ads

Gambar1

Tak Perlu Menunggu Lulus

Baca Juga

MENCARI pekerjaan saat ini sangatlah sulit. Apalagi di Indonesia, yang berbanding jauh dengan lapangan pekerjaan yang ada. Meskipun begitu kita anak-anak remaja Indonesia tidak perlu khawatir. Jika tidak ada pekerjaan, kenapa kita tidak menciptakan pekerjaan? Salah satu menciptakan pekerjaan itu adalah dengan berwirausaha.
Ita Puspita
Menurut saya, wirausaha itu orang yang bakat dalam memfikirkan, menciptakan dan menjual suatu barang. Seorang wirausaha yang ingin dikatakan sukses akan selalu berfikir bagaimana cara agar barang yang dijualnya itu laku dipasar, dari modal yang sedikit sampai menghasilkan keuntungan yang banyak.
Untuk menghasilkan keuntungan yang banyak, sifat yang harus dimiliki seorang wirausaha adalah kreativitas. Dengan kreativitas itu, seorang wirausaha akan lebih mudah untuk mencari keuntungan. Kreativitas itu misalnya membuat produk baru yang belum ada atau kreativitas tentang pengembangan tentang produk yang sudah ada. Supaya konsumen lebih tertarik kepada produk tersebut.
Menurut Zimerer (1996) untuk mengembangkan keterampilan berfikir seseorang menggunakan otak sebelah kiri sedangkan untuk belajar mengembangkan keterampilan kreatif digunakan otak sebelah kanan. Zimerer mengemukakan beberapa kidah atau kebiasaan , kewirausahaan yaitu:
1.   Create, innovate, and activate (ciptakan, temukan, dan aktifkan)
2.   Always be on the look out for new opportunities (selalu mencari peluang baru)
3.   Keep it simple (berfikir sederhana)
4.   Try it, fix it, do it (selalu mencoba, memperbaiki dan melakukannya)
5.   Shoot for the top (selalu mengejar yang terbaik, terunggul, dan ingin sepat mencapai sasaran)
6.   Don’t be ashamed to smart small (jangan malu untuk memulai dari hal-hal kecil)
7.   Don’t fear failure : learn form it (jangan takut gagal, belajarlah dari kegagalan)
8.   Never give up (tidak pernah menyerah atau berhenti karena wirausaha bukan orang yang mudah menyerah)
9.   Go for it (berusaha untuk terus mengejar apa yang diinginkan)
Meskipun menjadi seorang wirausaha adalah impian dari banyak orang, namun ada juga yang tidak ingin menjadi wirausaha. Terlalu banyak alasan yang dikemukakan. Misalnya takut gagal, padahal orang yang berusaha dengan gigih maka akan membuahkan hasil yang memuaskan pula, bahkan lebih dari apa yang diharapkan. Orang yang ingin sukses, tentu jika dia gagal maka dia akan berfikir try again, try again, dan try again. Dan kegagalan itu akan dijadikannya pelajaran dan pengamalan untuk kemajuan usahanya nanti karena kesuksesan itu tidak semudah seperti mengembalikan telapak tangan, butuh waktu yang lama bahkan bisa bertahun-tahun untuk menjadi seorang wirausaha yang sukses. Dan orang yang gagal akan berfikir, aku tidak mau mencobanya lagi karena apa yang sudah dia lakukan tidak menghasilkan apa-apa dan malah merugikan dia.
Menjadi seorang wirausaha tidak perlu menunggu ketika kita sudah lulus sekolah. Akan tetapi bisa kita lakukan ketika kita masih duduk di bangku sekolah. Untuk itu sekolah-sekolah harus sering-sering memberikan motivasi kepada anak didiknya serta memberi kesempatan untuk memulai dan mengembangkan usaha.
Sekolah-sekolah bisa mendidik setiap muridnya untuk berwirausaha dengan cara memberikan produk untuk dijual. Dengan cara itu maka murid akan berfikir bagaimana produk yang dijual itu bisa laku dipasar tanpa mengurangi harga yang sebenarnya dan dengan strategi apa yang akan dilakukan oleh murid tersebut untuk menjual produknya.
Jika hal itu sering dilakukan disekolah, maka siswa akan lebih kreatif untuk berfikir bagaimana cara memasarkan produk dan mencari informasi tentang produk apa yang dibutuhkan oleh konsumen yang sangat penting saat ini. Dari hal itu, maka sekolah tersebut sudah mendidik bagaimana menjadi seorang wirausaha yang sukses. Dan dari hal itu juga maka kader-kader seorang wirausaha akan selalu ada di masa yang akan datang.

*) Ita Puspita, mahasiswa Universitas Muria Kudus
Powered by Blogger.