BANGUN YANG DICITA-CITAKAN

Baca Juga

Pagi ini menjadi hari yang istimewa, tak hanya untuk mahasiswa dan mahasiswi Universitas Muria Kudus yang tengah melaksanakan wisuda, namun istimewa untuk semua pemuda di plosok negeri. Mengapa tidak ?
Istimewa
Hari ini tepat 28 Oktober, waktu dimana putusan kongres pemuda-pemuda Indonesia diperdengarkan.  Peristiwa yang amat bersejarah itu menjadi awal dari sebuah perjuangan bangsa setelah ratusan tahun ditindas oleh bangsa colonial (inggris-belanda-jepang), kondisi tertindas itu tak menyurutkan para pemuda Indonesia untuk terus bertekad yang akhirnya membentuk suatu komitmen untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa hingga mencapai kemerdekaan pada tanggal 17 agustus 1945.
Kemerdekaan bangsa tentunya tak lepas dari peran serta pemuda-pemudi Indonesia dengan penuh semangat mengorbankan segenap jiwa dan raga, demi kemerdekaan bangsa.
Saat ini tapat 87 tahun setelah sumpah pemuda tersebut, namun alangkah memrihatinkannya nasib bangsa ini.
Delapan puluh tujuh tahun yang lalu pemuda Indonesia tak segan-segan mengangkat tangan dan kepalanya untuk membela bangsa. melawan penjajah dengan Semangat yang tak pernah redup terus menyala mengikuti langkah kaki sang penerus negeri .
Berbanding terbalik dengan masa itu, ketika masa ini pemuda diistimewakan dengan berbagai teknologi. Dimalaskan dengan berbagai temuan gadget yang membuat generasi muda tunduk terpaku tak berkedip.
Tak hanya itu pemuda saat ini kurang peka terhadap kondisi negeri, banyak korupsi dan tindakan criminal yang merugikan bangsa. banyak pelecehan baik terhadap wanita maupun anak-anak. Pelaku tersebut tak lain adalah pemuda dalam negeri, semua itu dikarenakan gadget yang tidak dimanfaatkan sebagai mana mestinya.
Dengan kondisi tersebut, membuat bangsa ini semakin ruwet dengan belum siapnya pemuda Indonesia menghadapai MEA, jika dibiarkan terus menerus maka mimpi Indonesia untuk menjadi negera maju hanyalah mimpi, dikarenakan pemuda yang dicita-citakan sebagai pemimpin untuk menuntun bangsa menjadi bangsa yang disegani dimata dunia, tak perduli akan nasib bangsanya.
Cita-cita yang dulu diperjuangkan seakan hanyut oleh waktu, Melihat kenyataan tersebut pantas jika kita menggelengkan kepala menatap kondisi bangsa ini. Nasionalisme pemuda pun semakin redup, Sadar ataupun tidak bangsa ini kembali dijajah dengan rupa yang berbeda.
Perjuangan pemuda pun berbeda tak lagi menggunakan tombak sebagai senjata, tak lagi mencucurkan keringan dan mengalirkan darah tapi bersenjatakan otak.
Pemuda saat ini haruslah pintar, cerdas, kreatif dan inovatif untuk bisa bersaing dengan bangsa lain dan mengharumkan bangsa sendiri.
Selamat Hari Sumpah Pemuda Untuk Pemuda Pemudi Indonesia, Jadilah Sosok Yang Berseni.
Powered by Blogger.