DPM No Pemilu Mungkin Saja

Baca Juga

UMK - Beberapa pekan yang lalu telah dilaksanakan kongres Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muria Kudus. Beberapa keputusan strategis selain terpilihnya Presiden BEM  yang baru, kongres  juga menghasilkan keputusan bahwa nanti akan dibentuk Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) sebagai pengawas kinerja badan eksekutif mahasiswa dan adanya Pemilu untuk pemilihan presiden BEM selanjutnya.
Istimewa
Namun dibalik hasil kongres kemarin masih banyak pro dan kontra dalam menanggapi keputusan yang dihasilkan, salah satunya yaitu mengenai pembentukan DPM. Latar belakang dibentuknya DPM ialah karna beberapa fakta yang ditemukan dilapangan merasa bahwa BEM universitas akhir-akhir ini perannya kurang maksimal dalam menjalankan fungsionalitasnya sebagai penampung, penyalur, dan pemerjuang aspirasi mahasiswa. Dengan adanya DPM dianggap oleh peserta kongres kemarin sebagai solusi untuk mengatasi masalah tersebut.
“Kalau saya seh setujuh saja adanya DPM, untuk mengawasi kinerja BEM agar menjalankan program-programnya sesuai visi isi yang sudah disampaikan,” ungkap mahasiswa Sistem Informasi semester 5 Ulya Fathurrohman. Dengan adanya DPM tersebut Ulya ingin universitas lebih baik dan BEM dapat berperan aktif dalam mengkoordinir ormawa yang ada dikampus juga menyelenggarakan events yang lebih baik dari sebelumnya.
Namun dengan tegas Wakil Rektor 3 Hendy Hendro mengungkapkan bahwa meskipun itu hasil kongres tapi itu kan masih wacana. “Sebaiknya dikembalikan pada aturan yang ada dikampus kita, bahwa segala aktivitas yang ada di kampus harus sesuai dengan aturan yang berlaku di kampus. Ya, kalau sesuai OTK (Organisasi Tata Kerja) yang ada di universitas yang ada hanya BEM(Universitas ataupun fakultas), Himpro, dan UKM. Jadi kalau ingin membuat DPM ya kami mohon maaf belum bisa memenuhi,” ungkap Hendy ketika diwawancarai oleh REDAKSI FAKTA Pena Kampus.
Berbeda dengan DPM, mengenai pemilihan Presiden BEM tahun depan yang akan dilaksanakan lewat Pemilu Raya masih mendapat tanggapan positif dari beberapa pihak. “ Dengan adanya pemilu tersebut itu ya bagus. Walaupun Penyelenggaraannya sedikit memakan waktu tetapi demokrasi kampus  kan lebih terbuka, ” tambah Ulya yang juga Ketua Himapro Sistem Informasi Universitas Muria Kudus.
Selama ini pemilihan Presiden BEM dipilih melalui kongres, dimana pemilihannya itu dipilih oleh perwakilan-perwakilan dari UKM dan BEM Fakultas. “Kalau Pemilu Raya kemungkinan bisa asal tergantung berbagai pihak yang menjalankan dapat menjamin keamanan saat pemilu,”kata Hendy. Hendy juga berharap pemilu dilaksanakan adil, jadi fakultas yang mahasiswanya minoritas seperti Psikologi dan Pertanian tidak selalu kalah dengan FKIP yang mayoritas mahasiwanya banyak.
Berhubungan dengan pengawasan BEM universitas kita sebagai warga UMK bisa menagih apabila BEM tidak menjalankan fungsionalitasnya. Hendy juga berpesan kepada warga UMK untuk selalu mendukung  dan mensukseskanprogram-program yang dilaksanakan oleh BEM universitas, karna tanpa dukungan warga UMK  maka peran BEM tidak akan terlaksana secara maksimal.
(Thata/Peka).
Powered by Blogger.