Mencari Jejak Alumni

Baca Juga

JUMLAH lulusan dari Universitas Muria Kudus (UMK) menjadi kendala bagi pihak Pusat Karir Dan Pelacakan Alumni (PKPA). Dikarenakan belum memenuhi target 1000 lulusan mahasiswa.
Istimewa
Hal tersebut diungkapkan Muhammad Arifin, saat ditemui dalam Seminar PKPA yang diselenggarakan pada tanggal (19/10), pukul 10.00 WIB, bertempat di Gedung Rektorat lantai IV Universitas Muria Kudus. Arifin juga menjelaskan berkenaan dengan penerimaan hibah tracers study, bahwa pihak pelaksana PKPA dari UMK harus melaporkan sebagian atau laporan sementara hibah yang diperoleh. “Berdasarkan pengalaman UMK mendapatkan hibah sudah dua kali. Disamping itu ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk mendapatkan hibah tracers study,”jelasnya.
Dia juga menyampaikan bahwa persyaratan yang harus dipenuhi yaitu memiliki lembaga dengan fungsi karir di tingkat Perguruan Tinggi. Sebenarnya lembaga PKPA di UMK baru ada sejak tahun 2012, kemudian mendapatkan hibah pada tahun 2013.
Arifin juga menambahkan bahwa pengoptimalan lembaga fungsi penjagaan ditingkat Perguruan Tinggi. Dirasa masih dilupakan oleh beberapa pihak yang terkait. “Seandainya tahun depan melaksanakan program ini lagi, bearti nantinya alumi yang dilacak adalah lulusan pada tahun 2014,”tuturnya.
Berbeda dengan salah satu calon alumni mahasiswa fakultas ekonomi progdi manajemen, Adi Fahmi, yang ditemui REDAKSI FAKTA. Dia berharap setelah lulus dari UMK, memperoleh pekerjaan yang mapan. Dia juga mengungkapkan bahwa berkeinginan bekerja di perusahaan pertamina jabatan sebagai sekertaris. “Selain itu juga ingin membuka peluang kerja sendiri tujuannya ingin mempekerjakan orang-orang disekitar lingkungan rumah, seperti usaha cattering. Harapannya semoga bisa tinggi terus,”jelasnya. (Wiwin/Ulin/Fakta)
Powered by Blogger.