Muda yang Membangun

Baca Juga

Achmad Muhtarom (doc.peka)
Dunia perkampusan ibarat tempat adaptasi untuk mempersiapkan kita hidup di masyarakat. Banyak hal yang bisa dilakukan, tidak hanya diam, melongo mendengarkan dosen menerangkan materi kuliah tetapi bisa melakukan kegiatan yang bermanfaat di kampus.
Sayangnya, mahasiswa dan mahasiswi sekarang lebih menyukai hal yang instan. Mereka lebih bangga dan nyaman dengan prinsip kuliah yang penting masuk dan  absen. Tidak ada sesuatu yang menarik dan berseni dari kehidupan seperti itu, melainkan hanya rasa capek dan hura-hura semata yang bersifat sesaat.
Dengan teknologi yang semakin canggih seharusnya mahasiswa merasa terfasilitasi dan dapat memanfaatkan teknologi secara arif. Mahasiswa yang tidak mau kuliah maksimal hanya mengandalkan pundi-pundi koin dari orang tua untuk memenuhi kebutuhan hedon dan tidak menyelesaikan tugas mereka dengan sungguh-sungguh. Bagaimana kehidupan para mahasiswa setelah mereka terjun di dunia kerja?
Beragam jenis organisasi baik yang bersifat intra maupun ekstra kampus dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk menambah pengalaman. Mulai dari menjalin relasi, melatih kepekaan sosial, juga mengasah diri untuk menjadi pemimpin masa depan. Karna pada hakikatnya mahasiswa dan pemuda saat inilah yang nanti akan meneruskan perjuangan para pahlawan kita terdahulu.
Pada zaman dahulu para pahlawan berjuang melawan penjajahan. Dengan segenap tumpah darah berusaha mengusir penjajah dari negeri kita yang kaya dan makmur. Lalu bagaimana dengan mahasiswa yang katanya akan jadi penerus pemimpin negeri ini? apakah mahasiswa/pemuda harus melawan ? jawabannya YA.
Banyak hal yang perlu dilawan oleh mahasiswa/pemuda diantaranya melawan tindak korupsi, kemiskinan, dan melawan segala macam ketidakadilan. Kita dapat memulai dengan menjadi mahasiswa yang tidak pasif hanya berangkat, kuliah, pulang , lalu tidur.
Kita dapat mengisi waktu luang setelah perkuliahan dengan aktif berorganisasi, berdagang, berkarya, mencari pengalaman baru yang bermanfaat dengan harapan memiliki pemikiran yang terbuka.
Berbahagialah para pemuda dan mahasiswa sekarang sedang aktif berjuang, menyibukkan dirinya demi kesuksesan masa depan. Mereka rela menunda kesenangan saat ini untuk meraih kesenangan suatu hari nanti.
Berbahagia pula mereka yang bekerja keras memenuhi kebutuhannya sendiri dan tidak mengandalkan koin dari orang tua saja. Mereka aktif berorganisasi, membagi waktu kapan kuliah dan kapan berkarya. Dan semoga mereka yang aktif tersebut menjadi pemimpin yang adil suatu saat nanti, minimal memimpin dirinya sendiri. Amiin.

Editor by Wahyu Dwi Pranata

Powered by Blogger.