Header Ads

Gambar1

Pemuda, Anda Bisa Kreatif ?

Baca Juga

Di dalam diskusi sumpah pemuda Ke – 87, banyak orang berpendapat bahwa zaman telah berbeda. Zaman dahulu masih tradisional dan sekarang zaman menuju modern. Aku jadi teringat kejadian diwaktu kecil dulu dan Kejadian yang aku lakukan beberapa waktu lalu. Mungkin ini sedikit keluar dari benang merah sumpah pemuda. 
Istimewa
Peristiwa itu adalah potong rambut. Dulu potong rambut menggunkan alat – alat serba tradisional saat proses mencukurnya, seperti gunting, alat cukur manual dan sebuah sisir kecil. Tempatnya pun sangat sederhana dengan ruangan ukuran 2x2 m ataupun bisa disegala tempat seperti dibawah pohon yang rindang atupun dipinggir sungai ditemani gemricik suara aliran sungai pun bisa. Sebelum mencukur aku ingat ia hanya berucap dua hal." Mau gaya bross atau tipis pinggir dik,” katanya. Pertanyaan  simple tapi sulit aku jawab karena semua aku tidak suka.
Saat ingin potong rambut, Aku hanya perlu datang ke rumahnya, lalu Ia mempersilahkan duduk di tempat yang ku mau. Tetapi, kemauanku untuk datang ke tukang cukur yang bernama pak Tarso di Dukuh Kemang Krompol perlu ada paksaan orang tua. Ia tukang cukur satu-satunya di daerahku.
Beberapa hari yang lalu Aku berkunjung ke Semarang, Ibukota Jawa Tengah untuk menemani temanku bertemu dengan sahabatnya. Di Jalan menuju Pascasarjana Universitas negeri Semarang (Unnes) Aku disuruh untuk jalan – jalan sebentar meninggalkan Ia berdua. Aku keliling – keliling disekitar sembari menanti temanku, hingga berhenti kepada salah satu tukang cukur modern (babershop). Aku tertarik untuk memotong rambut di sana.
Sebelum masuk ke dalam tempat cukur, Aku terkesan dengan tempat itu. Banyak sekali perbedaan dengan tempat cukur dalam ingatanku dulu. Tempatnya disulap memanjakan mata, begitu bersih dilengkapi dengan Air Conditioner (AC)  dan tempat antrinya sangat rapi.
 Aku mulai masuk menuju kursi antri yang bisa ku goyangkan ke kanan dan ke kiri. Setelah menunggu sebentar, pemuda dengan tampilan necis memangilku menuju ke kursi tempat cukur. Aku duduk dikursi gaya vintage dan disertai dengan pilihan model rambut yang disiapkan untuku. Ini kedua kalinya aku tersenyum dengan hasil pelayanan yang diberikan oleh tukang cukur modern itu.
Banyak hal yang tak terpikir oleh kita sebelumnya saat berkunjung atau melihat hal baru. Kita pasti tidak mengira bahwa sebagai pemuda kita memiliki tanggung jawab membuat pembaharuan.
Banyak sekali ide – ide baru yang dinantikan keberadaannya di Indonesia ini. Tidak lain dan tidak salah ialah peran pemudalah yang dinanti. Pemikiran – pemikiran baru yang menjadikan kehidupan menjadi lebih baik dan lebih bermakna. Memang tidak mudah untuk dapat mendapatkan ide-ide yang seperti itu, tapi disinlah peran pemuda dengan idealisme mereka diharapkan dapat berani menerima tantangan.
Tetapi dengan banyaknya godaan dunia dan banyaknya tugas, apakah semangat pemuda sekarang bisa melakukan itu ?
Penulis     : Muhammad Sidiq Permana
Editor       : Wahyu Dwi Pranata
Powered by Blogger.