Header Ads

Gambar1

Universitas Berbudaya atau Hanya Slogan

Baca Juga

Konsep universitas berbudaya di Universitas Muria Kudus (UMK) telah lama muncul sejak tahun 2005-2006. Universitas berbudaya (Culture University) ini diimplementasikan dalam karakter atau sikap yang menyeleluruh dari semua komponen di UMK yang diharapkan berbudi luhur, disiplin, bertanggung jawab, dan sopan santun tentunya. Sehingga, unsur kebendaan atau karya seni bukan menjadi prioritas utama dalam implementasi kampus berbudaya tersebut.
Istimewa
Selama ini implementasi dari konsep universitas berbudaya masih berproses. Mengapa? Karena cakupan budaya merupakan cakupan yang sangat luas atas hasil dari akal budi manusia. Perguruan Tinggi sendiri berasal dari komunitas beragam yang saling berinteraksi setiap waktu. Keragaman tersebut memiliki sisi positif dan negatif yang telah diketahui bersama. Implikasinya, untuk menerapkan konsep universitas berbudaya sendiri mengalami banyak kendala sampai sekarang. Para mahasiswa yang merupakan komponen terbesar di UMK dapat merasakan bahwa implementasi konsep tersebut kurang bahkan tidak sama sekali.
“Menurut saya, konsep universitas berbudaya di UMK hanya menjadi slogan tanpa penerapan. Apa yang menjadi implementasi budayanya? Keadaan tidak jauh berbeda dengan universitas lain yang tidak memiliki konsep universitas berbudaya. Pembenahan dapat dilakukan dengan cara semisal satu hari dalam sepekan diadakan hari wajib berbahasa krama. Jika implementasi diukur dari moralitasnya, Perguruan Tinggi di manapun pasti mengharapkan sivitas akademikanya memiliki moral yang baik.” Kata M. N. Sholahuddin, mahasiswa Fakultas Teknik UMK.
Pendapat yang hampir sama diutarakan oleh Farida Ahmad, mahasiswa FKIP UMK. “Sebagai Universitas yang berbudaya, menurut saya UMK justru tidak memiliki ciri khas dari konsep tersebut. Jika implementasinya lebih ke budi pekerti, Saya belum merasakan hal tersebut dalam interaksi sehari-hari di kampus. Setiap Perguruan Tinggi pasti menginginkan mahasiswanya memiliki moralitas yang baik. Begitu pula dengan UMK
Seiring dengan zaman yang semakin dinamis, pola pemikiran mahasiswa pun berkembang, konsep universitas berbudaya turut mengalami pembenahan.
“Rencananya, akan diadakan angket yang disebar ke seluruh komponen di UMK, untuk nantinya dikompilasi dan dianalisis, kira-kira pembenahan apa yang sesuai dan selaras dengan slogan cerdas dan santun.” Tutur Rektor UMK, Dr. H. Suparnyo, S.H., M.S.
Pada tahun 2016 nanti, diharapkan hasil dari pembenahan tersebut dapat diterapkan di seluruh komponen yang ada di UMK. Dengan adopsi dari budaya baru yang lebih baik, dan mempertahankan budaya lama yang tetap baik, UMK dapat benar-benar menjadi Universitas yang cerdas dan santun.(Ulya/Wahyu/Fakta)
Powered by Blogger.