Header Ads

Gambar1

Geliat Sastra di Kampus Masih Belum Terlihat

Baca Juga

STAIN Musik Studio sedang mementaskan musikalisasi puisi/Izza/Peka Online

            Dirangkum dalam acara FASBuK (Forum Apresiasi Seni dan Budaya Kudus) kemarin malam, 24 Febuari 2016 warga kampus kembali diperkenalkan untuk belajar sastra. Dengan mengusung topik Romantisme Nada dan Sastra, satu persatu pengisi acara tampil dengan mengkolaborasikan puisi dengan seni musik dan aksi teatrikal di Auditorium Universitas Muria Kudus.
            Acara dibuka oleh penampilan dari Sikustik band, sekitar pukul 19:45 yang mendapat sambutan meriah dari penonton. Demikian halnya dengan pengisi acara yang lain, seperti penampilan dari Teater Obeng dan STAIN Musik Studio (SMS).
Diskusi sastra yang mengambil judul “Membangun Penulisan Sastra di Kalangan Kampus” dengan narasumber M. Kanzunnudin selaku dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar  UMK, menjadi acara pamungkas malam itu. Ia menuturkan bahwa peran kampus dalam menggerakkan dunia sastra amat penting. Namun, disayangkan karena perannya belum begitu maksimal. “Saya lihat peran kampus secara intensif memang belum ada” ungkap beliau mengawali diskusi.
Menyelenggarkan acara yang berkaitan dengan kesenian dapat pula menyumbang peran untuk membangun sastra di kampus. Misalnya dilakukan dengan mengkolaborasikan seni musik atau teater dengan puisi atau cerpen seperti yang dilakukan oleh para pengisi acara. “Cerpen dapat dipentaskan, begitu pula novel dengan kolaborasi teater dan musik. Hal itu, tidak akan merusak kemurnian sastra dengan catatan harus menjaga jarak estetika antara seni dan sastra itu sendiri,” tambah dosen PGSD UMK tersebut.
Kunci utama dalam membangkitkan peran kampus dalam kepenulisan sastra adalah pada komitmen untuk bekerjasama. Berani mengumpulkan niat pada diri sendiri untuk mengajak orang lain melakukan hal yang sama. Di mulai dari sendiri, berkemauan untuk menulis dan mengembangkan tulisan adalah satu langkah kecil yang dapat dilakukan. “Namun, yang paling penting adalah, dilakukan secara to be contine. Seperti yang dilakukan oleh Cipto Raharjo saat mengunci diri di dalam kamar setiap habis subuh, menulis menulis dan menulis,” pungkasnya.

Reporter          : Izzatun Nada
Editor              : Wahyu Dwi Pranata
Powered by Blogger.