Aplikasi Anti Palgiarisme untuk UMK

Baca Juga

SELAIN korupsi dan situasi politik yang sering gaduh, di Indonesia saat ini juga sedang hangat-hangatnya membahas tentang isu plagiarisme. Bahkan plagiarisme sudah tidak hanya dilakukan oleh orang tertentu tetapi semakin meluas. Banyak kasus terungkap adanya mahasiswa yang melakukan penjiplakan/plagiat, bahkan ada juga seorang dosen sebuah perguruan tinggi yang dicopot gelarnya karena kasus plagiat. Tak bisa dipungkiri bahwa mahasiswa lebih suka copy paste daripada mencari referensi, mereka berdalih bahwa hal tersebut lebih cepat daripada harus membaca banyak referensi.
Istimewa
Oxford University, salah satu Universitas tertua di Inggris menyatakan, “ plagiarisme adalah mengkopi hasil kerja, ide atau hal milik orang lain dan menganggapnya sebagai hasil karya sendiri”. Sedangkan menurut  Webster sebuah perusahaan AS yang menerbitkan buku referensi, khususnya kamus, secara lugas menyatakan “plagiarisme adalah suatu tindak pencurian karena sesungguhnya tindakan melakukan plagiat sama dengan mengambil ide atau hasil karya orang lain tanpa izin sang empunya. Jadi , tindakan copy paste tanpa menyebut sumber data bisa disebut sebagai plagiarisme”.

Anti plagiarisme inilah yang sekarang sedang di galakkan oleh Universitas Muria Kudus. Hal tersebut bertujuan untuk menjamin mutu karya ilmiah akademika UMK. Salah satu upayanya adalah  menggunakan aplikasi turnitin untuk memindai karya para akademisi kampus seperti skripsi, thesis, paper dan lainnya untuk mengetahui apakah karya mereka karna plagiat atau tidak.

Aplikasi Turnitin atau yang biasa diakses di www.turnitin.com adalah aplikasi web/internet berbasis layanan pencegahan plagiarisme yang diciptakan oleh iParadigms, LLC, pertama kali diluncurkan tahun 1997(en.wikipedia.org). Aplikasi ini sangat bermanfaat untuk mengetahui apakah karya orang lain itu bisa dikatakan asli atau tidak.

Turnitin sebenarnya sudah digunakan di berbagai Universitas-universitas di Indonesia misalnya Universitas Indonesia (UI), segala aktivitas yang berkaitan dengan publikasi, penegcekan tugas-tugas mahasiswa sudah menggunakan aplikasi turnitin. Namun untuk turnitin baru tahun ini diterapkan di UMK. Sebenarnya ada beberapa aplikasi sebelumnya yang diuji coba oleh pihak UMK untuk mendeteksi plagiarisme, Noor Athiyah, S. S., M. Hum., Ketua Perpustakaan mengatakan ada beberapa software freeware yang diuji coba untuk mendeteksi plagiat, akan tetapi belum maksimal. ”Aplikasi yang pernah kami uji coba antara lain Viper dan Plagscan, akan tetapi penggunaannya terbatas, hanya bisa upload beberapa lembar atau satu hari satu karya saja. Akhirnya kami memilih turnitin karena hasilnya paling reliable untuk UMK.” Ungkap Noor Athiyah.

Karna baru pertama kali di UMK, menurut Noor Athiyah pada tahun pertama turnitin hanya untuk thesis dan skripsi saja, setelah wisuda oktober akan dilakukan evaluasi apakah turnitin layak di UMK atau tidak, "apabila bagus akan digunakan untuk semua mahasiswa”, tambah Noor Athiyah.

Agar semua akademisi kampus mengerti tentang penggunaan turnitin, pihak kampus juga mengadakan pelatihan  seputar turnitin seperti pelatihan pemakaian turnitin diadakan pada tanggal 1-5 februari 2016. Pelatihan yang melibatkan semua dosen, lemdik, dan juga petugas perpustakaan ini diadakan di Gd. I Lt.3 UMK ditraining oleh kepala perpustakaan sendiri yaitu Noor Athiyah yang dibantu oleh pustakawan dan juga Fajar dari Lemdik, sementara pelatihan untuk operator per fakultas diadakan tanggal 20 februari 2016 oleh Satriati dari I Group. Tujuan pelatihan agar aplikasi turnitin ini dapat digunakan secara baik oleh akademisi di UMK.

Eko Darmanto, dosen program studi Sistem Informasi Fakultas Teknik adalah salah satu dosen di UMK juga memanfaatkan aplikasi tersebut. Eko mewajibkan mahasiswanya menggunakan aplikasi turnitin, tujuannya untuk memastikan tugass yang dikerjakan mahasiswa merupakan karya sendiri. “Turnitin sebenarnya aplikasi pencegah plagiat, termasuk untuk checking tugas-tugas mahasiswa yang di khususkan untuk paper, skripsi, thesis, dan tugas-tugas akhir mahasiswa. Kemudian agar mereka  terbiasa menggunakan turnitin, karena ada kemungkinan dari pihak Dikti nantinya akan mengontrol seluruh perguruan tinggi berdasarkan e-mail akademika.” Tutur Eko ketika diwawancarai Redaksi Pena Kampus(29/02) di tempatnya.

Eko juga mengungkapkan bahwa turnitin dapat menjadi salah satu media untuk meningkatkan kualitas universitas sendiri. Untuk meningkatkan kualitas suatu institusi ada beberapa kategori yang harus dipenuhi salah satunya adalah banyak publikasi internasionalnya. “Karena kita lemah di publikasi internasional, maka dari itu perlu dimulai sejak dini. Untuk menguatkan publikasi internasional perlu memiliki yang namanya kunci untuk menghitung H-Index, kunci tersebut adalah e-mail. Apabila H-Index tersebut tidak masuk ke e-mail akademis institusi nantinya perhitungannya akan berbeda, karena banyak nama yang sama tetapi e-mailnya berbeda, karena hal tersebut perhitungannya dipastikan akan meleset. Nantinya semua paper mahasiswa akan dimasukkan ke turnitin, apabila semakin banyak paper di turnitin, maka akan semakin banyak H-Index dan kualitas dari sebuah instansi akan semakin baik,” Tambah Eko.

Tata Cara Pendaftaran Aplikasi Turnitin
Untuk dapat menggunakan aplikasi buatan Amerika ini terlebih dahulu mahasiswa harus memiliki e-mail akademika atau e-mail umk terlebih dahulu. Pendaftaran e-mail sendiri dapat dilakukan di Psi (Pusat Sistem Informasi) UMK dengan menyerahkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Petugas Psi akan mendaftarkan mahasiswa dengan identitas dari KTM tersebut. Mahasiswa akan mendapatkan username Nomor Induk Mahasiswa@std.umk.ac.id dengan password sama dengan “nomor induk mahasiswa pendaftar”. E-mail tersebut yang akan digunakan sebagai akun untuk menggunakan turnitin tapi terlebih dahulu harus di enroll oleh dosen pengampu yang bersangkutan agar dapat masuk ke kelas yang diajar.

Sebelumnya mahasiswa harus masuk ke gmail.umk.ac.id untuk mengganti password awal dan mendapatkan password enroll kelas dari dosen agar dapat masuk ke turnitin. Setelah mendapatkan password mahasiswa masuk ke turnitin.com dan memasukkan username (NIM@std.umk.ac.id) dan password yang telah didapat dari e-mail tersebut.

     Dengan adanya penerapan aplikasi turnitin ini di UMK harapannya segala tindakan plagiat dapat diketahui secara cepat dan ditindak dengan tepat. Sudah saatnya  mencegah plagiarisme agar tidak membudaya di kampus ataupun di tempat yang lain. Setiap karya harus betul asli ataupun bila memang harus mengutip dari orang lain maka harus mencantumkan sumbernya. (Saya/Tharo/Pena Kampus Online)
Powered by Blogger.