Header Ads

Gambar1

BK UMK Siap Tingkatkan Akreditasi

Baca Juga

Foto : Dok pribadi

Pena Kampus-Program studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Muria Kudus (UMK) telah menandatangani memorandum of understanding (MOU) dengan Universitas Negeri Malang (UM). Penandatanganan telah berlangsung  (11/4) di aula BK UM. Adanya MoU tersebut sebagai langkah awal program BK UMK untuk lebih maju dan meningkatkan akreditasi.
Penandatangan MoU adalah rangkaian acara dari Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang diselenggarakan BK UMK pada tanggal 10-15 April 2016. UM baru pertama kali sebagai tujuan KKL akademik, dengan demikian maka terjalinlah MoU antara UMK dan UM.  
Masturi, panitia KKL mengungkapkan penandatangan MoU mengikatkan antar lembaga  BK UMK dan BK UM harus ada kegiatan lebih lanjut. Seperti study untuk S3, adanya pelatihan tes psikologis, kuliah tamu taupun seminar. “UM merupakan salah satu universitas negeri yang tua dan sangat bagus. Selain untuk KKL akademik, UM juga sebagai study banding, karena BK UM telah memperoleh akreditasi A,”jelasnya.
Dia juga menambahkan bahwa meskipun baru pertama kali UM sebagai tujuan KKL akademik, pelayanan yang UM berikan sangatlah memuaskan.  “Sebelum KKL ini berlangsung, kami dari pihak UMK datang ke UM untuk melobi dan mengirimkan konsep guna terselenggaranya KKL ini. Penerimaan dari Kepala Program Studi BK UM menyambut kami dengan istimewa,”ungkap Masturi.
Masturi juga menyampaikan bahwa sebagai langkah awal MoU yang telah terjalin, dari pihak BK UMK telah mengirimkan dua dosen untuk melanjutkan study S3-nya di UM. “Selain itu, ada kuliah tamu yang mengundang salah satu dosen dari UM dan masih banyak lagi agenda,”katanya.
Hal yang istimewa lagi yang BK UMK peroleh adalah seminar KKL di UM hanya dikenakan biaya sebesar 100 ribu rupiah untuk penyelenggaraan “Padahal umumnya seminar KKL yang biasanya adalah 150 ribu rupiah. Walaupun hanya 100 ribu rupiah, namun pelayanan, snack, dan materi sangat bagus dan optimal,”tandasnya.
Senada dengan Dwi Novita, salah satu mahasiswi BK yang mengikuti KKL menyampaikan KKL akademik di UM sangat bagus dan pelayanan yang baik. Disisi lain mereka sangat terbuka dan menyambut kami dengan baik. “Meskipun ada kesalahan teknis yakni listrik mati, namun itu diluar dari rencana mereka,”ungkap gadis asal Blora ini.
Dwi juga menambahkan bahwa materi yang diangkat dalam seminar sangatlah menarik. Narasumber UM mengemas seminar KKL tersebut sangat bagus. “Disisi lain, materi tersebut baru pertama kali saya dengarkan yakni berkaitan dengan Model Konseling Berbasis Juz Qurani,”tambahnya.
Masturi berharap dengan terjalinnya MoU ini BK UMK tahun 2020 terakreditasi A. Dan juga memperbanyak penelitian bersama mahasiswa serta memperbanyak kegiatan-kegiatan  ilmiah. “ Sedangkan untuk mahasiswa. Pertama, dapat mempraktik konseling lintas budaya.  Kedua, mahasiwa dapat memperoleh wawasan lebih komplit. Ketiga, dapat memperbandingkan perguruan tinggi kearah yang lebih positif, seperti kegiatan mahasiswanya, skripsinya dll. Dan yang terakhir agar mahasiswa tidak kurang pergaulan (kuper),”harap ketua panitia KKL. (Ulin/Achmad/PEKA ONLINE)
Powered by Blogger.