Header Ads

Gambar1

Masih Takut Donor Darah?

Baca Juga

Pena Kampus - Berbicara mengenai donor darah, masyarakat awam umumnya akan membayangkan mengenai sakitnya jarum suntik dan banyaknya darah yang diambil. Namun secara medis donor darah sangat dianjurkan untuk siklus kesehatan manusia. Donor darah baik dilakukan agar tubuh mengeluarkan darah kotor dan kemudian memproduksi sel darah merah baru sehingga berdampak baik pada sistem metabolisme tubuh. Melalui donor darah dapat mengurangi resiko terkena penyakit stroke pembuluh darah. Seperti yang dilakukan oleh BEM Teknik Universitas Muria Kudus (UMK) selasa lalu (12/04), dalam rangkaian acara Techno Camp BEM Teknik mengadakan acara donor darah dengan mengangat tema “Your Blood is their Life”. Alna selaku ketua penyelenggara kegiatan menuturkan, “Kita mengadakan kegiatan donor darah sebagai wujud bakti kita terhadap lingkungan sosial. Teknologi harus mengabdi pula kepada lingkungan dan budaya, sosialnya kita wujudkan dalam bentuk kegiatan donor darah,” jelasnya.
Ilustrasi : Donor darah memperpanjang kehidupan orang lain (Istimewa)
Bertempat di Auditorium UMK, petugas PMI melayani para pendonor yang ingin menyumbangkan darahnya untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Donor darah baiknya dilakukan setiap tiga bulan sekali. Jika perempuan memiliki siklus menstruasi setiap bulannya untuk membuang darah kotor, maka berbeda dengan laki-laki. “Perempuan setiap bulan punya siklus sendiri, laki-laki ya bisa lewat donor darah ini” ujar Adzan selaku koordinator kegiatan donor darah. Dikutip dari situs majalah online www.cleo.co.id melakukan kegiatan donor darah hampir tidak ada ruginya. Tubuh dalam keadaan normal, dapat meregenarasi darah sehingga darah tidak akan habis. Dari total keseluruhan darah dalam tubuh, pendonor hanya perlu menyumbangkan 11% atau sekitar 30 ml.
Banyak manfaat yang diperoleh dari mendonorkan darah, mulai dari kesehatan jantung sampai dengan kesehatan psikologi. Menjadi seorang pendonor darah pun harus memnuhi beberapa persyaratan diantaranya: berbadan sehat; berusia antara 17-60 tahun; berat badan minimal 45 kg; dan lolos uji kesehatan lain yang telah ditetapkan.
Acara yang dimulai pukul 08:00 WIB itu, diikuti oleh para mahasiswa, dosen, hingga masyarakat umum. Menjadi seorang pendonor memang keinginan setiap orang sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Seperti yang dilakukan oleh salah seorang mahasiswa jurusan manajemen, ”Saya sering melakukan kegiatan donor darah. Ini yang ke lima kalinya. Bagi pendonor baru awalnya di suntik memang sakitt, tetapi hanya sebentar. Jika sudah terbiasa maka tidak jadi masalah. Hal ini tidak bisa dibandingkan dengan sakitnya orang-orang yang menunggu karena membutuhkan darah kita. Jika kita bisa berbuat baik dengan darah yang dianugerahkan Tuhan, maka mengapa kita tidak melakukannya? ” ungkap Desi usai menjalani donor darah.(IN/Wahyu DP/Pena Kampus Online)

Powered by Blogger.