Header Ads

Gambar1

Latihan Gabungan Racana Se-Jateng 2016

Baca Juga

Kegiatan ini sudah terdaftar dalam program kerja racana Muria Whira Shima UMK setiap tahunnya, merupakan kegiatan terbesar pada agenda racana Muria Whira Shima. Dimulai hari Jumat 8 April hingga hari Minggu 10 April 2016. Dengan  mengangkat tema Mewujudkan Gerakan Cinta Lingkungan Melalui Pramuka diharapkan para peserta memiliki jiwa cinta alam, karena tema ini merupakan bentuk kepedulian anggota racana Muria Whira Shima pada lingkungan alam yang ada di sekitarnya yang dari tahun ketahun semakin menyedihkan keadaannya. Tema ini diangkat berasal dari pengamatan lingkungan sekitar (baca: Kudus) yang sering terjadi bencana alam seperti banjir dimusim penghujan dan kekeringan dimusim kemarau.
Foto : UMK Kudus akan Gelar Latihan Gabungan Racana se Jateng (istimewa)

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturrahmi, dan menjadi tempat saling bertukar informasi antar racana se-Jateng. Para pesertanya berasal dari anggota-anggota racana PTN dan PTS yang ada di Jateng antara lain dari UMK (sebagai tuan rumah), UNS, UNNES, dan UPGRIS. Selain kegiatan kepramukaan, kegiatan ini juga menyampaikan teori kegiatan-kegiatan sesuai tema yang diangkat seperti penanaman hydroponik, pembuatan lubang biopori, reboisasi di lingkungan sekitar UMK, dan wisata. Tidak hanya teori tapi juga praktik lapangan. Untuk praktik lapangan hydroponik, biopori, dan reboisasi, racana Muria Whira Shima bekerjasama dengan UKM Mapala Arga Dhana UMK, untuk wisata bertujuan untuk mengenalkan wisata-wisata alam yang ada di Kudus seperti air terjun Montel dan air 3 rasa yang terletak di daerah Gunung Muria.Kegiatan ini disuport banyak pihak seperti dari universitas dan yayasan UMK, BLH Kudus dan Jateng, Kwartir, Komunitas Hijau Kudus, dan masih banyak lagi.

Tidak hanya mendapat suport dari pihak luar, tapi juga mendapat suport dari anggota racana sendiri tentunya. Dengan melibatkan semua anggota racana Muria Whira Shima mulai dari anggota baru dan anggota lama, acara ini berjalan dengan lancar dan sangat sukses. Tidak semua anggota baru ditempatkan menjadi panitia acara, yang menjadi panitia hanya beberapa anggota baru saja. Yang telah memiliki pengalaman dalam kegiatan kepramukaan. Menurut Yusroni sebagai Pemangku Adat, 80% anggota baru ditempatkan menjadi peserta latihan gabungan dan 20% lainnya ditempatkan menjadi panitia. Ini untuk anggota baru yang telah memiliki pengalaman dalam kegiatan kepramukaan.

Untuk menyampaikan informasi diadakannya latihan gabungan ini, racana Muria Whira Shima menyebarkan informasinya lewat berbagai media, seperti surat undangan, dan telepon. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari banyak pihak, misalnya saja dari Dewan Kerja Daerah mengatakan kegiatan yang sangat bagus, dilanjutkan pada tahun-tahun selanjutnya ya. Dari pesertanya sendiri mengungkapkan bahwa latihan gabungan ini sangat bermanfaat karena mendapat ilmu-ilmu baru tentang lingkungan seperti reboisasi, dan hydroponik. Selain itu, juga menambah teman dan kenalan. Ungkap Edo, salah seorang peserta latihan gabungan. (Iim/Fakta).

Powered by Blogger.