PENGUMUMAN LOMBA CERPEN "FENOMENA RADIKALISME" UKM JURNALISTIK 2016

Baca Juga

Pengumuman Lomba Cerpen
Fenomena Radikalisme, UKM Jurnalistik UMK
2016

            Setelah melewati proses yang cukup panjang, sejak bulan februari sampai dengan bulan Mei akhirnya lomba cerpen mencapai puncaknya. Total peserta dari lomba cerpen dengan tema “Fenomena Radikalisme” ini ada 23 peserta. Sayangnya, beberapa peserta tidak melengkapi persyaratan administrasi inti (identitas, naskah dan bukti transfer) dalam batas waktu yang telah diinformasikan. Sehingga kami hanya menerima naskah masuk untuk diseleksi sebanyak 21 naskah.

Sebanyak 21 naskah cerpen selanjutnya diseleksi kembali tahap 1 data administrasi dan kesesuaian isi dengan tema, didapatkan sebanyak 16 naskah yang masuk pada penjurian tahap selanjutnya. Terdapat tiga juri yang turut mengoreksi cerpen untuk dicari dua terbaik, diantaranya 2 penulis yang bergerak dibidangnya yaitu Imam Khanafi dan Ardyan Amroellah, serta dari pihak panitia sendiri.

Nah ini dia yang ditunggu-tunggu, dari 16 naskah yang dikoreksi oleh juri akhirnya didapatkan 2 terbaik dari keseluruhan peserta. Mereka adalah,

peserta asal  MA NU TBS Kudus, M FAHMI ANIF dengan judul cerpen TIKUS RADIKAL DAN PENJAGA NEGARA.

peserta asal MA. Hasyim Asy’ari Bangsri  Jepara, NILAWATUN NIKMAH dengan judul cerpen EMBUN KESETIAAN PADA TUHAN.

Nah, siapa kira-kira yang menduduki juara 1 dan 2 diantara mereka? Diharapkan kepada kedua peserta untuk hadir dalam penganugerahan pada hari Selasa 3 Mei 2016 pukul 09.00 WIB di Gd. Perpustakaan Lantai 2 Ruang Diskusi dan Seminar Universitas Muria Kudus. Diharapakan untuk membawa satu pendamping.

Selamat kepada peserta yang telah dinobatkan sebagai pemenang dalam event lomba cerpen tema “fenomena radikalisme” dies natalis UKM Jurnalistik Universitas Muria Kudus 2016. Penerimaan hadiah akan diinformasikan melalui sms. Form penilaian dari hasil koreksi cerpen peserta dapat di unduh DISINI

Terimakasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dari kota pati , Kudus, Jepara, Demak, Purwodadi, Semarang, dll. Panitia menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat perilaku yang kurang menyenangkan selama proses lomba cerpen diadakan.

Catatan untuk lomba cerpen kali ini, panitia menyatakan bahwa pembukuan karya untuk cerpen yang masuk dalam penjurian DIBATALAKAN. Hal ini didasarkan pada efektifitas biaya, tenaga, dan karya yang akan dibukukan. Panitia memohon maaf atas ketidaknyamanan lomba cerpen ini. Terimakasih.

Salam.
Panitia Cerpen.

Powered by Blogger.