Puisi - Bercermin Kepada KARNA

Baca Juga


Bercermin Kepada KARNA

Ilustrasi : Aham Sharma pemeran 'KARNA' dalam serial MAHABARATA yang rela gugur dalam peperangan demi menepati janjinya (www.mampoo.com)

Pagi-pagi aku bergegas,
memutuskan langkah untuk melaju sekencang-kencangnya.
Sambil bernada aku melewati gubuk-gubuk kecil.
Bersemangat hati ini hendak menjemput ilmu.
Tersadar, aku masuk ke sebuah pintu.
Sempat ku menengok ke kanan lalu ke kiri.
“Adakah pintu yang sudah ramai pagi ini?”
Ahh.. rupanya masih seperti biasa.
Aku masuk.
Tak ragu aku menunggu,
Menunggu sampai terlewat batas waktu.
Sampai akhirnya datang juga seorang gadis membuka pintu.
Ia tampak mencari,
mencari sesuatu yang tak harus dicari,
memilih sesuatu yang tak harus dipilih.
Ah, mungkin dia bingung. . .
Bingung memilih kursi kosong mana yang akan diduduki.
Tak lama, datang lagi segerombol pria masa kini.
Sama, tengak-tengok mencari kursi kosong yang berdekatan.
Sambil berhaha-hihi, lanjutkan misi yang belum terselesaikan,
misi membuat kegaduhan.

Suasana yang sempat tenang, kembali hingar bingar.
Mereka seperti pasar di pagi hari.
Cerita ini cerita itu tak berhenti.
Jual ini jualan itu tak terhenti,
Mereka ramai, kawan.

Aku jadi gundah,
“Seperti inikah cara mereka memperingati sejarah?”
Memperingati hari berdirinya boedi oetomo.
Organisasi yang semula sifatnya sosial,
cikal bakal gerakan pemerjuangan kemerdekaan RI.
“Guru, siapakah yang salah ini?”
Nilai moral kian mengiris hati.
Sopan santun sudah tak diindahkan lagi,
apalagi pejabat yang korupsi.
Ah, sudahlah.
Rumitnya mencari kambinghitam
Tetapi setidaknya ketika ada niatan yang baik, niatan itu diwujudkan.
Jangan seperti pejabat yang suka obral janji.
Janji gantung di monas jika terbukti.
Janji potong telinga jika bersalah.
Nyatanya, ingkar saja seperti tak punya wajah.

Mungkin, pejabat perlu bercermin diri dari kesatria KARNA.
Ia gugur terhormat dalam peperangan,
Meski membela dipihak serakah,
meski taruhan nyawa menanti.

Tetapi janji tetap janji, dan ia menepati.

Karya: Achmad Muhtarom
Powered by Blogger.