Header Ads

Gambar1

Kendala di PEMIRA Online perdana

Baca Juga

UMK-Berbeda dengan tahun sebelumnya dalam pemilihan Presiden BEM baru, kali ini Universitas Muria Kudus menyelenggarakan Pemira (Pemilihan Raya) untuk pemilihan presiden dan wakil presiden BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) baik fakultas maupun universitas. Pemilu perdana ini dilakukan dengan sistem online yang dapat diakses dimanapun, akan tetapi untuk meminimalisir kecurangan, Pemira online ini dibuat menggunakan TPS sebagai tempat pemilihan.
Semarak: Mahasiswa antusias mengikuti Pemira pertama kali di UMK (Foto: thata)


Sebelumnya pihak UMK telah mengadakan studi ke UNNES (Universitas Negeri Semarang) untuk belajar sistem Pemira yang ada disana. Berbeda dengan PEMIRA online yang ada di UMK, Pemira di UNNES masih menggunakan perangkat tambahan untuk sistem yang digunakan sedangkan di UMK tidak. “Sistem pemira yang digunakan di UNNES masih menggunakan perangkat keras lagi, yaitu menggunakan tombol,” ungkap Jamalluddin selaku presiden BEM Universitas Muria Kudus.
Pihak UMK telah membentuk tim inti yang bertugas dalam administrasi Pemira yaitu kolaborasi antara dosen Fakultas Hukum dan BEM Universitas. Untuk IT nya bekerjasama denga Psi UMK sedangkan KPUM dan Panwaslu adalah delegasi dari ormawa-ormawa yang ada di UMK.
Pemira yang diadakan di Auditorium ini tidak mulus seperti yang direncanakan. Akses internet yang lambat, server down, mewarnai prosesi Pemira perdana kali ini, akibatnya banyak calon pemilih yang kecewa akan hal tersebut, pihak panitia sempat memberhentikan sejenak pemilihan karena terlalu banyak permasalahan yang terjadi. Kebanyakan kendala yang terjadi ada di Fakultas Ekonomi, FKIP, dan Hukum. Kebanyakan trouble yang dihadapi  diakibatkan kurangnya persiapan dan pelatihan, hal tersebut diungkapkan oleh Jamalludin. “Kemarin waktu pelatihan  tidak ada masalah apa-apa tapi kenapa kok waktu pelaksanaannya masih ada trouble, setidaknya persiapan Pemira kurang lebih 5 bulanan agar lebih maksimal”, tutur Jamal.
Menanggapi permasalah akses internet, dari pihak KPUM telah menyediakan wifi.id untuk menyuport Pemira. “Dalam rangka memperlancar Pemira ini semua akses wifi yang ada di UMK telah dialihkan ke Auditorium “, ungkap Sasha Aprilia ketua KPUM.
Penutupan PEMIRA akan dilakukan secara otomatis yaitu pada pukul 15:00 WIB, akan tetapi karena ada trouble dalam pelaksanaan Pemira, pihak KPUM akan memperpanjang sampai pukul 16:00 WIB. Bagi mahasiswa yang belum berpartisipasi dalam pemilihan kali ini diharapakan dapat memilih pada tahun yang akan datang.
“Semoga PEMIRA yang akan datang, persiapannya  lebih matang lagi agar tidak terjadi permasalahan seperti sekarang ini,” harap Jamaluddin. (Saya/Thata/Pena Kampus Online)
Powered by Blogger.