Header Ads

Gambar1

Pesta Demokrasi Pertama di UMK

Baca Juga

Pena Kampus Online - Demi kelancaran penyelenggaraan Pemira (Pemilu Raya) untuk yang pertama kali di Universitas Muria Kudus. Kemarin, BEM Universitas Muria Kudus, KPU dan Panwaslu Pemira mengadakan kunjungan ke kantor KPU Kudus (13/06).

Foto bersama pengurus KPU Kudus dengan KPU, dan Panwaslu Pemira UMK

Kita tau bahwa pada tanggal 23 Juni 2016 nanti UMK akan mengadakan pesta demokrasi bagi para mahasiswa. Pada tanggal tersebut akan dilaksanakan Pemilu Raya untuk pemilihan Presiden BEM universitas dan Presiden BEM fakultas yang baru. Maka dari itu pihak BEM universitas, KPU, dan PANWASLU Pemira perlu mempersiapkan event ini agar lebih matang.
“Tujuan kami kesini yaitu untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai tugas dan wewenang KPU dan Panwaslu,” ungkap Jamaluddin Presiden BEM Universitas Muria Kudus ketika membuka diskusi dalam kunjungannya ke kantor KPU Kudus. Kunjungan tersebut dihadiri dari pihak KPU Moh. Khanafi, S.E (Ketua KPU kab. Kudus), Eni Misdayani, S. Ag, M.M (Divisi Sosialisasi , Pendidikan Pemilih, dan Hubungan Antar Lembaga), Dhani Kurniawan, S. E (Divisi Pemantauan, Pemungutan dan Penghituangan Suara, Data dan Informasi), Syafiq Ainurridho, S. Pd. I (Divisi Pemutakhiran data dan Daftar Pemilih, Pengembangan Orgaisasi SDM dan Umum Rumah Tangga).
Dalam kunjungan tersebut terdapat beberapa poin yang didapat oleh BEM, KPU dan Panwaslu Pemira. Diantaranya masalah kendala-kendala mendasar dalam penyelenggaraan Pemilu. “ Kendala dalam Pemilu diantaranya mengenai masalah komponen penyelenggara dan pesert Pemilu. Pertama, tentang penyelenggara, ekspetasi masyarakat sangat besar tentang Pemilu yang harus dilaksanakan jujur dan adil. Penyelenggara harus punya integritas yang tinggi, dalam penyelenggaraan Pemilu harus adil dan seimbang (tidak berpihak pada satu calon/ semua calon punya hak yang sama). Kedua, tentang peserta, masalah yang dihadapi adalah ketik proses pendaftaran banyak peserta yang belum melengkapi syarat sebagai peserta pemilu.” Ungkap Moh. Khanafi.
Tugas dan wewenang KPU dan Panwaslu
Adapun tugas dari KPU menurut Eni Misdayani adalah menyelenggarakan pemilihan umum yang bersifat mandiri, profesional dan menjaga integritas KPU sebagai penyelenggara pemilu. Sedangkan Panwaslu akan bertugas untuk mengawasi seluruh proses tahapan pemilu dari awal sampai akhir yaitu penghitungan suara ataupun evaluasi.
“Beberapa tugas KPU diantaranya membuat tahapan pemilu; Membuat peraturan kampanye; Menetapkan daftar pemilih; Membuat keputusan pemilu; Sosialisasi; Menindaklanjuti keputusan Panwaslu. Sedangkan Panwaslu juga mempunyai wewenang untuk membatalkan kampanye jika peserta kampanye melanggar peraturan yang sudah dibuat oleh KPU,” tambah Eni ketika menjelaskan mengenai tugas dan wewenang KPU dan Panwaslu kepada peserta kunjungan ke KPU Kudus kemarin. (Thata)

Powered by Blogger.