Ardi: Saya Berharap Tim PKM UMK yang Lolos PIMNAS Bebas Skripsi

Baca Juga

Desty Amailia Puspasari, Ardi Irfanto, dan Anis Fajar Prakoso (istimewa)
Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke 29 telah diselenggarakan sejak 8-11 Agustus 2016, di Institut Pertanian Bogor. Acara tersebut merupakan final dari seluruh rangkaian seleksi proposal PKM, yang diajukan oleh mahasiswa di seluruh Indonesia. Salah satu hal yang membanggakan yaitu tim PKM-KC Universitas Muria Kudus (UMK), yang diketuai oleh Ardi Irfanto turut andil didalamnya. Mereka menciptakan aplikasi pemandu wisata dan budaya Kudus berbasis android. “Tim saya ada Desty dan Fajar, kami masuk dalam kategori PKM-KC IV, dengan sistem penilaian dari poster dan presentasi power point,” terangnya.

Perjalanan meraka lolos ke Pimnas, diawali dari ide dari salah seorang teman yang berporfesi sebagai seorang pemandu wisata, kesulitan mendapatkan informasi akses lokasi wisata. Selain itu berdasarkan kunjungan dari Dinas Pariwisata Kudus, ia mendapati turis asing dari Swiss yang tersesat karena tidak bisa berbahasa Indonesia. Berangkat dari permasalahan tersebut, tim Ardi menciptakan aplikasi android dengan sistem GPS, yang dapat mengantarkan wisatawan untuk berwisata dengan mandiri. Bukan hanya tempat wisata, aplikasi tersebut juga terisi dengan informasi lokasi UMKM, kuliner, Pasar, dan event tahunan.

dok.pribadi
Proses pembuatan aplikasi memakan waktu sekitar tiga bulan. Dimulai dari pengumpulan data, pembuatan sistem, hingga pengembangan sistem. Tidak jarang “sistem error” menjadi kendala yang sering terjadi, namun mereka dapat mengatasinya dengan baik. Meskipun tidak mendapatkan medali, mereka mengaku bangga atas usahanya sejauh ini. “Kami cukup bangga ikut dalam kompetisi, meskipun tidak mendapatkan medali. Lawan kami sangat banyak dan hebat,” ucap mahasiswa Teknik Informasi tersebut.

Tim Ardi datang ke Pimnas didampingi  oleh dosen pembimbing, dan tim Pimnas investment summit dari Badan Eksekutif Mahasiswa UMK serta mahasiswa teknik elektro. Ia berharap mahasiswa UMK yang lain, dapat turut mengikuti jejaknya dan membawa hasil lebih baik. Bukan hanya mahasiswa, ia berharap pihak universias juga dapat memberi dukungan lebih kepada tim yang lolos pimnas. “Saya sangat menyayangkan ketika kami berangkat bersama, tetapi pulang secara terpisah. Dari beberapa universitas seperti Universitas Brawijaya dan UNDIP, tim yang lolos pimnas juga mendapat apresiasi dengan dibebaskan dari Skripsi. Saya berharap hal itu dapat dipertimbangkan pula di UMK, “ pungkasnya. Meskipun pimnas telah usai, Ardi dan kedua rekannya masih akan melakukan pengembangan sistem. Kini, aplikasi “My Tour Guide (Kudus)” dapat dinduh gratis di playstore. /Peka Online.
Powered by Blogger.