Harmoni Nusantara Kecil di Kemujan

Baca Juga

doc. Ulya/ENJ Jateng 2016
Pentas seni dalam rangka penutupan kegiatan ENJ Jateng 2016 berlangsung meriah pada Sabtu malam sekitar pukul 19.00 (22/10). Bertempat di halaman rumah Matra’i, acara tersebut dihadiri oleh perangkat desa Kemujan, staff pengajar SD dan TPQ setempat, serta seluruh warga desa Kemujan. Kemeriahan acara yang berlangsung tidak lepas dari keadaan cuaca yang mendukung. Gemerlap bintang mengiringi pembukaan acara yang dipandu oleh Luthfiana dan Alvian, mahasiswa asal Semarang dan Solo.

Tema penutupan kegiatan ENJ Jateng 2016 adalah Harmoni Kemujan dalam Kebersamaan. Mengapa mengusung tema tersebut? “Harmoni dalam KBBI berarti keselarasan. Tim ENJ melihat komposisi warga desa Kemujan yang berasal dari berbagai macam suku. Antara lain, suku Bugis, Madura, Jawa, dan macam-macam lainnya,” tutur Bonaventura Sukintoko Pramudyo (koordinator tim ENJ Jateng 2016). Tapi dalam berbagai aspek mereka bisa selaras dengan toleransi yang tinggi dan tidak membeda-bedakan. Dalam kebersamaan berarti tim ENJ dapat bersama-sama membangun program dengan warga Kemujan. Utamanya memberikan sumbangsih pada program dalam bidang pendidikan, lingkungan, serta kesehatan. Harapannya, apa yang telah dibagikan oleh tim ENJ Jateng 2016 tidak hanya sekedar memberi bantuan fisik, tidak berhenti setelah kegiatan ini selesai, tapi juga mampu membuka wacana warga Kemujan agar lebih terbuka, seperti misalnya membangun cita-cita yang lebih tinggi.

Tim ENJ Jateng 2016 berasal dari berbagai kalangan seperti orang-orang yang sudah terjun ke dunia kerja, mahasiswa, dan pelajar SMA. Berangkat dari itu semua, tim ENJ Jateng 2016 menghasilkan berbagai macam pola pikir yang berbeda. Karena didominasi oleh kalangan mahasiswa, tim ENJ Jateng 2016 lebih dominan pada aksi di lapangan daripada menyiapkan secara matang sebelum kegiatan dilaksanakan. Beruntungnya, tim ENJ Jateng 2016 mengutamakan kebersamaan dan kekompakan sehingga kegiatan terlaksana dengan baik dan lancar. Seperti halnya acara penutupan pada Sabtu malam yang mendapatkan apresiasi dari asisten deputi bidang koordinasi SDM IPTEK dan budaya, serta kementrian kemaritiman RI.

Bonaventura juga berpesan kepada para pemuda di luar sana agar lebih berani mengambil kesempatan, dan keluar dari zona nyaman. Karena di luar zona nyaman tersebut, terdapat daerah terluar, tertinggal, terdepan, yang sangat membutuhkan bantuan para pemuda. (Ulya)
Powered by Blogger.