Header Ads

Gambar1

MAHASISWA UMK ANTUSIAS PELAJARI CARA BERKEBUN TEH DI BATANG

Baca Juga

Pena Kampus Online-Belajar berkebun teh, merupakan salah satu rangkaian acara Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) yang diadakan oleh UMK di Batang, Pagilaran (21-22/10).  Acara yang diikuti oleh 32 mahasiswa perwakilan Ormawa ini, merupakan kali pertama diadakan di luar tembok kampus. Perkebunan teh Batang dipilih, karena efektivitas tempat untuk kelancaran acara. “Jika diadakan di kampus kita seperti membuang-buang dana. Ketika pembukaan, peserta penuh. Tetapi ketika sudah masuk materi, peserta berkurang karena alasan kuliah dan lain-lain. Lingkungan dekat dengan kampus dan tempat tinggal jadi, mudah bagi mereka untuk meninggalkan acara.Materi tidak bisa terserap dengan baik, ” jelas Hendy wakil rektor 3 ketika membuka acara.
Foto : Bapak Sutiyono sedang menjelaskan tentang teh kepada mahasiswa/IN

Selain belajar berorganisasi, peserta juga menambah wawasan dan pengalaman dengan berkebun teh. “Tahun 2004, perkebunan ini dari pemerintah dilimpahkan ke UGM fakultas Pertanian. Kemudian di tahun 2006 baru digunakan sebagai agrowisata pendidikan, ” terang Sutiyono pengelola Agrowisata perkebunan teh Batang.
Terdapat sekitar 570 varietas tanaman teh di perkebunan Batang ini. Selain teh, tanaman kopi juga turut diberdayakan seperti kopi Arabica. Akan tetapi, hanya sebatas produksi untuk penelitian dan penjualan lokal. Berbicara mengenai cara pemetikan daun teh, dijelaskan bahwa pemetikan untuk hasil yang baik yaitu dengan cara manual. Meskipun demikian, mengingat efesiensi tenaga kerja dan waktu maka, pemetikan dilakukan dengan alat sederhana yang terbuat dari gunting dan dirigen minyak yang dimodifikasi, hal ini juga dipertimbangkan karena alasan praktis. “Pemangkasan harus dilakukan merata. Petikan pertama namanya Jendang. Nantinya sebelum dipotong, pastikan bahwa daun penyokong yang ditinggalkan harus  tebal dan sehat, atau indikator lain ialah 5 lembar dari bidang petik bawah. Rumus petiknya beragam, salah satunya rumus petik pertama yaitu 3 daun (p3) + 1 (p4) untuk premium tea” tambahnya.
 Pengelolaan tanaman teh ini, juga dilengkapi dengan lahan polyklonal sebagai lahan pemulihan tanaman, berawal darisinilah akan didapatkan beragam bibit baru untuk pembaruan. Teh asli pagilaran merupakan teh ekspor, yang memproduksi jenis teh hitam, putih dan merah. Diperkebunan ini, terdapat pula lahan penelitian yang khusus diperuntukkan untuk mahasiswa, semata-mata sebagai wujud bakti perkebunan sebagai agrowisata pendidikan.
Setelah melihat perkebunan teh, praktik memotong pucuk daun teh yang tepat, sampai pada puncaknya peserta berkunjung ke pabrik untuk melihat proses pengolahannya. Pucuk daun teh pilihan yang telah dipetik, dilayukan untuk mengurangi kadar air hingga 50%. Dilanjutkan dengan tahap pengeringan, dan diakhiri tahap pengemasan. Terakhir, “Tips untuk membedakan teh menggunakan pewarna atau tidak, kita bisa mengetahuinya dengan meminumnya. Jika menggunakan pewarna, ketika kita minum sekali, tenggorokan akan terasa segar. Setelah dua kali rasanya kering. Tetapi untuk teh murni, tenggorokan akan terasa segar terus,” pungkasnya. (IN/Peka Online)
Powered by Blogger.